Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

5 Populer Internasional: Sekutu Putin Respons Deklarasi NATO - Sosok yang Diduga Khianati Maduro

Viktor Medvedchuk, sekutu dekat Putin, memperingatkan deklarasi NATO soal pusat militer di Ukraina bisa memicu Perang Dunia III.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in 5 Populer Internasional: Sekutu Putin Respons Deklarasi NATO - Sosok yang Diduga Khianati Maduro
Kolase Tribunnews: Instagram Emmanuel Macron; Khmertimeskh; Tangkapan layar; Pexels
BERITA POPULER INTERNASIONAL - Kolase foto: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu di sela-sela Coalition of The Willing Summit di Paris, 6 Januari 2026; CEO Prince Holding Group, Chen Zhi, buronan internasional yang kini diekstradisi ke China; Presiden Venezuela bersama Jenderal Javier Marcano Tabata; Ilustrasi pengeboran minyak. Inilah rangkuman berita populer internasional dalam 24 jam terakhir. 
Ringkasan Berita:
  • Viktor Medvedchuk, sekutu dekat Putin, memperingatkan deklarasi NATO soal pusat militer di Ukraina bisa memicu Perang Dunia III.
  • Chen Zhi, buronan besar kasus judi online dan penipuan siber di Kamboja, ditangkap lalu diekstradisi ke China dengan aset kripto triliunan disita.
  • Hubungan pertahanan Thailand–AS disebut mulai retak, sementara di Venezuela Jenderal Javier Marcano dituding berkhianat dalam penculikan Maduro, dan data menunjukkan Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.


TRIBUNNEWS.COM - Berbagai peristiwa penting dari berbagai belahan dunia mewarnai pemberitaan internasional hari ini. 

Viktor Medvedchuk, sekutu dekat Putin yang diasingkan ke Rusia, memperingatkan bahwa deklarasi Prancis dan Inggris untuk mendirikan pusat militer di Ukraina berpotensi memicu Perang Dunia III.

Sementara itu, Jenderal Javier Marcano Tabata disebut sebagai sosok "pengkhianat" di balik penculikan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat. 

Selengkapnya, berikut kompilasi berita populer internasional dalam 24 jam terakhir.

1. Ancaman Perang Dunia III Menguat, Sekutu Putin Bereaksi atas Deklarasi NATO

Viktor Medvedchuk, seorang politikus pro-Kremlin yang diasingkan dari Ukraina ke Rusia sejak 2022, memperingatkan potensi terjadinya “Perang Dunia Ketiga” menyusul gebrakan terbaru dari dua negara anggota NATO, Prancis dan Inggris.

Pada Selasa (6/1/2026), kedua negara tersebut menandatangani deklarasi niat untuk mendirikan pusat-pusat militer di Ukraina jika gencatan senjata berjalan lancar.

“Deklarasi niat untuk mengerahkan kontingen multilateral di Ukraina setelah konflik berakhir dapat dilihat sebagai provokasi politik berskala besar yang bertujuan mencegah konflik ini berakhir dan, pada akhirnya, membawa dunia ke perang dunia ketiga dengan menciptakan seluruh prasyarat yang diperlukan,” tulis Medvedchuk, pemimpin gerakan Other Ukraine, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Rusia, Tass, Rabu (7/1/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Viktor Medvedchuk dikenal sebagai oligarki Ukraina sekaligus tokoh yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, mengutip Pravda.

Sementara itu, menurut laporan Kyiv Post, Medvedchuk diasingkan ke Rusia setelah menghadapi tuduhan pengkhianatan di Ukraina.

Ia kemudian mendaftarkan sebuah gerakan sosial bernama Other Ukraine di Rusia pada Juni 2023.

Organisasi tersebut juga mengklaim kepemilikan sejumlah merek dagang, termasuk Real Ukraine, Voice of Another Ukraine, dan Other Ukraine.

Kelompok ini mengklaim sebagai organisasi publik non-agama dan bukan partai politik.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, masih menurut Tass, menyampaikan kritik keras terhadap negara-negara Barat.

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. Pelarian Chen Zhi, Bandar Besar Judi Online di Kamboja, Diburu AS Kini Diekstradisi ke China

Chen Zhi buronan internasional yang paling dicari di tahun 2025 ditangkap di Kamboja  dan diekstradisi ke China.

Dia  dituduh sebagai dalang di balik kerajaan penipuan siber dan kejahatan kriminal yang dibangun di atas penderitaan manusia.

Berjanggut tipis dan berwajah baby face, ia tampak jauh lebih muda dari usianya. 

Dia sangat kaya dan di Kamboja pernah dielu-elukan sebagai simbol kebangkitan ekonomi Kamboja.

Perusahaannya dituduh mengelola pusat perjudian online di Kamboja yang mempekerjakan banyak warga asing termasuk dari Indonesia.

Dikutip dari AFP, Kamis (8/1/2026), Chen diduga mengarahkan operasi kompleks kerja paksa di seluruh Kamboja, tempat para pekerja "ditahan" di fasilitas mirip penjara yang dikelilingi tembok tinggi dan kawat berduri.

Perusahaannya Prince Holding Group kini dibekukan dan sejumlah asetnya disita.

Menurut Departemen Kehakiman AS, Chen mendirikan Prince Group sebagai kedok bagi salah satu organisasi kriminal transnasional terbesar di Asia. 

Aset Ratusan Triliun Disita

Oktober 2025 lalu, Departemen Kehakiman AS mendakwanya atas tuduhan menjalankan jaringan penipuan di Kamboja, yang mencuri miliaran mata uang kripto dari para korban di seluruh dunia.

Departemen Keuangan AS menyita bitcoin senilai US$14 miliar (atau setara Rp232 triliun) yang disebut terkait dengannya.

Depkeu AS menyebut ini adalah penyitaan mata uang kripto terbesar yang pernah ada.

Chen Zhi jadi buronan, dia diburu sejumlah negara mulai dari Inggris, AS hingga Singapura.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Aliansi Keamanan Amerika dan Thailand Dikabarkan Retak, Bangkok Pilih Merapat ke China?

Hubungan militer Thailand–Amerika Serikat merupakan salah satu kemitraan pertahanan tertua di Asia Tenggara.

Selama tujuh dekade, aliansi keamanan kedua negara--meski mengalami pasang surut-- terus bertahan, diperkuat dengan latihan militer tahunan "Cobra Gold" yang melibatkan ribuan tentara.

Akar Historis: Aliansi Era Perang Dingin

    Hubungan militer Thailand–AS berakar kuat sejak Perang Dingin.
    Thailand menjadi sekutu utama AS di Asia Tenggara untuk menahan pengaruh komunisme.
    AS menggunakan pangkalan udara Thailand (seperti U-Tapao) selama Perang Vietnam.
    Thailand ikut mendukung operasi AS di Indochina.
    Fondasi aliansi ini kemudian dilembagakan secara formal.

Status Resmi: Major Non-NATO Ally

Thailand berstatus Major Non-NATO Ally (MNNA) sejak 2003.

MNNA memiliki keistimewaan:

    Akses prioritas terhadap peralatan militer AS
    Kerja sama intelijen dan pelatihan tingkat lanjut
    Transfer teknologi tertentu (meski tidak setara NATO)
    Status ini menempatkan Thailand sebagai mitra strategis AS, bukan sekadar partner biasa.

Namun, di atas kertas, kemesraan itu kini mulai goyah. Sejumlah analis menyebut Thailand semakin "main mata" dengan China dalam satu dekade terakhir.

Kondisi ini membuat aliansi AS-Thailand dianggap hanya sebagai "macan kertas" yang berdampak besar pada strategi pertahanan Paman Sam di kawasan Asia Tenggara.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Sosok Jenderal Javier Marcano yang Dituding Berkhianat, Disebut Aktor Runtuhnya Pengamanan Maduro

Siapakah sosok Jenderal Javier Marcano Tabata? Namanya disebut sebagai "pengkhianat" di balik terjadinya penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat.

Javier Marcano Tabata sebelumnya memimpin pasukan pengamanan presiden sekaligus DGCIM, unit kontraintelijen militer, yang berperan penting dalam menekan para pengkritik rezim Nicolas Maduro.

Jabatan ganda yang dipegang Javier Marcano Tabata (sebagai kepala keamanan presiden sekaligus pimpinan DGCIM, unit kontraintelijen militer) sangat berpengaruh dalam politik Venezuela.

Kepala keamanan presiden

    Bertanggung jawab langsung atas keselamatan Nicolás Maduro dan keluarganya.
    Posisi ini memberi akses ke lingkaran paling dekat presiden, termasuk informasi sensitif terkait pergerakan dan aktivitas Maduro.

Pimpinan DGCIM (Dirección General de Contrainteligencia Militar)

    Unit ini berfungsi sebagai kontraintelijen militer, mengawasi potensi ancaman internal maupun eksternal.
    DGCIM dikenal berperan dalam menekan oposisi, membatasi kritik, dan menjaga stabilitas rezim.

Isu dugaan pengkhianatan yang menyeret nama Jenderal Javier Marcano Tábata muncul ke permukaan setelah operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. 

Sebagai kepala keamanan presiden, posisi ini membuat namanya segera menjadi sorotan ketika sistem pengamanan Maduro runtuh secara cepat.

Media lokal melaporkan tuduhan bahwa Tabata tidak hanya lalai menjalankan tugas, tetapi juga “menjual kedaulatan kepada pihak yang membayar paling tinggi,” dengan spekulasi adanya surat perintah penangkapan. 

Nicolás Maduro Guerra, putra Maduro sekaligus anggota Majelis Nasional, menyiratkan dalam pesan suara di media sosial bahwa “sejarah akan mengungkap siapa pengkhianat itu,”.

BACA SELENGKAPNYA >>>

5. Perbandingan Cadangan Minyak Venezuela dengan Negara-Negara Lain di Dunia, Termasuk Indonesia 

Venezuela memiliki cadangan minyak yang diperkirakan mencapai 303 miliar barel.

303 miliar barel tersebut sekitar 17 persen dari total global. 

Menurut data cadangan minyak Venezuela dan lebih banyak daripada Arab Saudi, yang cadangannya mencapai sekitar 267 miliar barel.

Lantas sebenarnya seperti apa perbandingan cadangan minyak Venezuela dengan negara-negara lain di dunia? termasuk dengan Indonesia?

Berikut datanya mengutip Visual Capitalist, yang dirilis 6 Januari 2026:

    Venezuela: 303 Barel
    Saudi Arabia: 267 Barel
    Iran: 209 Barel
    Canada: 163 Barel
    Iraq: 145 Barel
    United Arab Emirates: 113 Barel
    Kuwait: 102 Barel
    Russia: 80 Barel
    Libya: 48 Barel
    United States: 45 Barel
    Nigeria: 37 Barel
    Kazakhstan: 30 Barel
    China: 28 Barel
    Qatar: 25 Barel
    Brazil: 16 Barel
    Algeria: 12 Barel
    Ecuador: 8 Barel
    Azerbaijan: 7 Barel
    Norway: 7 Barel
    Mexico: 5 Barel
    Sudan: 5 Barel
    India: 5 Barel
    Oman: 5 Barel
    Vietnam: 4 Barel
    Egypt: 3 Barel
    Argentina: 3 Barel
    Malaysia: 3 Barel
    Angola: 3 Barel
    Indonesia: 2 Barel
    Colombia: 2 Barel
    Gabon: 2 Barel
    Congo: 2 Barel
    Australia: 2 Barel
    United Kingdom: 1 Barel
    Brunei: 1 Barel

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas