Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Adu Kekuatan Militer Iran vs Amerika Serikat di Ambang Perang Terbuka Timur Tengah

Adu kekuatan militer Iran vs AS jadi sorotan. Dari anggaran, alutsista, hingga strategi asimetris, siapa lebih unggul jika perang pecah?

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Adu Kekuatan Militer Iran vs Amerika Serikat di Ambang Perang Terbuka Timur Tengah
kredit: IRGC/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS
PASUKAN IRGC - Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Mayor Jenderal Hossein Salami meninjau peralatan militer selama latihan militer pasukan darat IRGC di wilayah Aras, provinsi Azerbaijan Timur, Iran, 17 Oktober 2022. Adu kekuatan militer Iran vs AS jadi sorotan. Dari anggaran, alutsista, hingga strategi asimetris, siapa lebih unggul jika perang pecah? 

Amerika Serikat tercatat memiliki lebih dari 1,3 juta personel militer aktif, menjadikannya salah satu negara dengan kekuatan personel terbesar secara profesional dan terlatih.

Selain pasukan aktif, AS juga memiliki ratusan ribu personel cadangan yang tergabung dalam National Guard dan Reserve Forces, yang dapat dimobilisasi dengan cepat dalam situasi darurat atau perang besar.

Jumlah ini memberi Washington fleksibilitas tinggi untuk menggelar operasi militer jangka panjang di berbagai kawasan secara bersamaan.

Sementara itu, Iran memiliki sekitar 600 ribu personel aktif, jumlah yang secara absolut lebih kecil dibandingkan Amerika Serikat.

Namun, kekuatan manusia Iran tidak hanya bertumpu pada militer reguler. Teheran mengandalkan Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) sebagai tulang punggung pertahanan strategis dan pengaruh regionalnya.

IRGC ssendiri memiliki struktur komando tersendiri, pasukan darat, laut, udara, serta unit khusus yang berfokus pada operasi asimetris dan intelijen.

Selain itu, Iran juga memiliki jaringan pasukan paramiliter dan milisi pendukung, termasuk Basij, yang dapat dimobilisasi untuk memperkuat pertahanan dalam negeri maupun mendukung operasi regional.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan komposisi tersebut, meskipun Iran kalah secara jumlah dan profesionalisme konvensional dibandingkan AS, negara ini tetap memiliki daya tahan dan kapasitas mobilisasi besar, terutama untuk konflik regional atau perang berkepanjangan.

Hal ini membuat perbandingan jumlah personel tidak semata-mata mencerminkan kekuatan tempur langsung, tetapi juga strategi dan karakter perang yang mungkin ditempuh masing-masing pihak.

3. Anggaran Pertahanan

Perbedaan paling mencolok juga terlihat pada anggaran militer. Amerika Serikat tercatat sebagai negara dengan belanja militer terbesar di dunia.

Setiap tahunnya, Washington mengalokasikan ratusan miliar dolar AS untuk sektor pertahanan.

 Anggaran masif ini digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan strategis, mulai dari pengembangan teknologi persenjataan mutakhir, pemeliharaan dan modernisasi alutsista, gaji serta pelatihan personel, hingga operasi militer di luar negeri.

Besarnya anggaran tersebut memungkinkan AS mempertahankan keunggulan dalam bidang pesawat tempur generasi terbaru, kapal induk, sistem pertahanan rudal, kecerdasan buatan militer, hingga kemampuan perang siber dan luar angkasa.

Sebaliknya, anggaran militer Iran jauh lebih terbatas, terutama akibat tekanan sanksi ekonomi internasional yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Pembatasan akses ke sistem keuangan global dan teknologi militer Barat membuat Iran sulit meningkatkan belanja pertahanannya secara signifikan.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas