Update Ledakan Maut di Kampus HELP University Malaysia: 1 WNI Masih Dirawat Intensif
Satu di antara korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit adalah seorang Warga Negara Indonesia.
Penulis:
Bobby W
Editor:
Suci BangunDS
Tim Jabatan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan kemudian mengonfirmasi bahwa ledakan tersebut menyebabkan kerusakan struktural sekitar 30 persen pada lantai empat, meskipun tidak terjadi kebakaran.
Pihak berwenang menyatakan bahwa investigasi masih berlangsung, dan sejauh ini belum ditemukan unsur-unsur aktivitas kriminal.
Seorang WNI Ikut Jadi Korban
Dari sembilan korban yang luka-luka, empat adalah mahasiswa Universitas HELP, satu adalah staf universitas, dua adalah pekerja yang dipekerjakan di kafetaria, dan dua adalah kontraktor.
Beberapa korban mengalami luka bakar dan cedera akibat serpihan yang beterbangan, dengan beberapa dilaporkan dalam kondisi serius.
Semua korban yang luka-luka dibawa ke rumah sakit terdekat untuk perawatan pada hari Senin saat ledakan terjadi.
Pada hari Selasa ini (13/1/2025), enam dari sembilan korban yang dilarikan ke rumah sakit sudah dipulangkan kembali ke kediamannya.
"Enam korban telah dipulangkan dari rumah sakit hari ini," ungkap Kepala Kepolisian Kuala Lumpur Komisaris Datuk Fadil Marsus.
Namun demikian, tiga korban luka-luka lainnya akibat ledakan di Universitas HELP masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit
Dikutip dari The Star, Satu di antara korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit adalah seorang Warga Negara Indonesia.
Menurut keterangan Marsus, ketiga korban yang masih menjalani perawatan hari ini termasuk seorang supervisor kontraktor berusia 54 tahun, seorang mahasiswa berusia 19 tahun, dan seorang pekerja Indonesia berusia 22 tahun.
Mahasiswa tersebut, tambahnya, masih dalam keadaan tidak sadar dan mengalami patah tulang tengkorak dengan pendarahan otak.
Kesaksian Mahasiswa di TKP
Dikutip dari The Star, peristiwa ini sempat membuat panik sejumlah mahasiswa yang kala itu sedang menjalani aktivitas kegiatan belajar mengajar.
Baca juga: Jumlah Doktor Bidang Komputer di RI Minim, Nvidia Pilih Inves di Malaysia
Hal ini diungkapkan oleh mahasiswa hukum di Universitas HELP yakni Emma.
Mahasiswa berusia 18 tahun tersebut mengaku baru saja kembali ke kampus setelah libur akhir tahun pada hari kejadian.
Emma pun menggambarkan bahwa ledakan yang terjadi kala itu membuat sejumlah bangunan di sekitarnya serasa berguncang.
Baca tanpa iklan