Anak Pengusaha Ternama asal Indonesia Dilaporkan Tewas Saat Main Ski di Niseko Jepang
Remaja 17 tahun asal Indonesia tewas tragis saat bermain ski di Niseko, Jepang. Leher korban terlilit tali pembatas lintasan dan polisi menyelidiki
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Seorang remaja 17 tahun, anak pengusaha asal Indonesia berkewarganegaraan ganda Indonesia–Australia, tewas dalam kecelakaan saat bermain ski di kawasan Niseko, Hokkaido, Jepang.
- Korban meninggal setelah lehernya terlilit tali pembatas lintasan ski dan dinyatakan wafat akibat asfiksia berdasarkan hasil autopsi.
- Polisi Jepang masih menyelidiki kronologi kejadian serta aspek keselamatan lintasan.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, HOKKAIDO – Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun, anak pengusaha ternama asal Indonesia yang memiliki kewarganegaraan ganda Indonesia–Australia, tewas dalam kecelakaan tragis saat bermain ski di kawasan Niseko, Hokkaido, Jepang.
Insiden tersebut terjadi di area perbatasan antara Niseko Tokyu Grand Hirafu dan HANAZONO Ski Resort, yang berada di Kota Kutchan, Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 15.50 waktu setempat,
Hingga kini, pihak berwenang masih enggan mengungkap identitas ayah korban yang disebut-sebut merupakan pengusaha terkenal.
“Korban meninggal dunia setelah lehernya terlilit tali pembatas lintasan (boundary rope) saat meluncur di lereng ski,” ungkap sumber Tribunnews.com dari kepolisian, Selasa (13/1/2026).
Kejadian tersebut pertama kali diketahui setelah seorang pemain ski lain melihat korban tergeletak di lintasan dan segera melaporkannya kepada pengelola resor, yang kemudian menghubungi pihak kepolisian.
Baca juga: Libur Langka di Jepang Tahun 2026, 5 Hari Berturut-turut karena Aturan Othello
Berdasarkan keterangan Kepolisian Hokkaido, di lokasi kejadian terdapat deretan tiang dengan jarak sekitar 10 meter yang dihubungkan oleh tali sebagai penanda batas lintasan.
Saat meluncur, leher korban mengenai tali tersebut, menyebabkan ia terjatuh dan kehilangan kesadaran.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Hasil autopsi yang dilakukan pada 9 Januari menyimpulkan bahwa penyebab kematian adalah asfiksia atau mati lemas akibat tekanan pada leher.
Tidak ditemukan luka lain pada tubuh korban.
Remaja tersebut diketahui datang ke Niseko bersama sejumlah temannya untuk berlibur dan bermain ski. Namun, saat kecelakaan terjadi, ia tengah meluncur seorang diri.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kronologi kejadian, termasuk kondisi lintasan dan penempatan tali pembatas, guna memastikan apakah terdapat faktor keselamatan yang perlu dievaluasi agar insiden serupa tidak terulang.
Diskusi olahraga ski di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan