Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Starlink Muncul Jadi Penyelamat, Beri Akses Internet Gratis untuk Warga Iran

Starlink hadir tawarkan akses internet gratis di Iran. Warga tetap terhubung meski sinyal diganggu di tengah gelombang demo nasional

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Starlink Muncul Jadi Penyelamat, Beri Akses Internet Gratis untuk Warga Iran
HO/IST/Tangkap Layar/RNTV
GELOMBANG PROTES - Para pemilik toko dan pedagang melakukan protes di jalanan memprotes buruknya kondisi ekonomi dan mata uang Iran yang sedang terpuruk di Teheran pada 29 Desember 2025. Gegara demo yang memanas, Internet Iran dipadamkan, Starlink hadir sebagai penyelamat. Akses gratis dibuka, warga tetap terhubung meski sinyal diganggu di tengah gelombang demo nasional. 

Ringkasan Berita:
  • Starlink membuka akses internet gratis di Iran setelah pemerintah memutus jaringan nasional sejak 8 Januari 2026, memungkinkan warga tetap terhubung dan menyebarkan informasi di tengah demonstrasi anti-pemerintah.
  • Layanan ini berperan vital sebagai jalur informasi alternatif, dengan sekitar 50.000 penerima aktif, membantu dunia internasional memantau situasi Iran.
  • Akses Starlink sempat terganggu akibat jamming sinyal, namun SpaceX bersama NasNet merilis pembaruan perangkat lunak.

 

TRIBUNNEWS.COM - Layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk menawarkan akses gratis di Iran, di tengah pemadaman komunikasi nasional yang diberlakukan pemerintah sejak pecahnya demonstrasi anti pemerintah dalam sepekan terakhir.

Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Mehdi Yahya Nejad, seorang aktivis kebebasan internet yang berbasis di Amerika Serikat.

Kepada kantor berita Associated Press, Yahya Nejad menyatakan bahwa layanan Starlink di Iran saat ini dapat digunakan tanpa biaya berlangganan.

“Kami dapat memastikan bahwa langganan gratis untuk terminal Starlink berfungsi sepenuhnya. Kami telah mengujinya menggunakan terminal Starlink yang baru diaktifkan di Iran,” ujar Yahyanejad, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

Menurut para aktivis, biaya berlangganan Starlink dihapuskan mulai Selasa (13/1/2026), usai Pemerintah Iran memutus akses internet dan membatasi layanan telepon sejak 8 Januari lalu, menyusul meluasnya aksi demonstrasi anti pemerintah.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski beberapa layanan telepon internasional sempat dipulihkan, akses internet domestik tetap dibatasi secara ketat.

Dalam kondisi tersebut, Starlink yang secara resmi dilarang beroperasi di Iran menjadi salah satu saluran utama bagi warga untuk tetap terhubung dengan dunia luar.

Melalui jaringan satelit ini, warga Iran dapat membagikan informasi, foto, dan video terkait situasi di lapangan kepada media dan komunitas internasional.

Peran Vital Starlink dalam Mengungkap Situasi Iran

Keberadaan Starlink dinilai menjadi “jendela kecil” bagi dunia internasional untuk mengetahui kondisi nyata di Iran selama pemadaman internet.

Baca juga: Rusia Kecam Campur Tangan dan Ancaman AS ke Iran, Ingatkan soal Konsekuensi Buruk

Hal ini disampaikan oleh Mahsa Alimardani, spesialis teknologi dari organisasi hak asasi manusia Witness.

Menurut Alimardani, saat ini diperkirakan terdapat sekitar 50.000 penerima Starlink yang aktif di Iran.

Ia menilai, jika akses tersebut dapat diperluas, dampaknya akan sangat signifikan, baik sebagai sarana penyebaran informasi maupun sebagai faktor pencegah pelanggaran hak asasi manusia.

“Ketika dunia bisa melihat apa yang terjadi, rezim akan berpikir dua kali untuk bertindak secara ekstrem,” ujarnya.

Starlink Sempat Gangguan

Sayangnya, tak lama setelah bantuan akses internet diluncurkan, layanan Starlink di Iran dilaporkan mengalami gangguan.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas