Sejarah Konflik AS–Iran: Kudeta Mossadegh 1953 hingga Gelombang Protes 2026
Sejarah panjang ketegangan Amerika vs Iran yang telah berlangsung enam dekade, dari kudeta Mossadegh 1953 hingga protes 2026.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Konflik AS–Iran bermula dari kudeta 1953 dan memuncak setelah Revolusi Islam 1979 dan krisis sandera.
- Ketegangan meningkat karena dukungan AS kepada Irak, sanksi ekonomi, dan sengketa program nuklir.
- Pada 2026, protes massal dan ancaman militer membuat konflik berisiko meluas di kawasan.
TRIBUNNEWS.COM - Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah berlangsung lebih dari enam dekade.
Ketegangan ini bermula dari kudeta 1953 yang didukung CIA terhadap Perdana Menteri Iran, Mohammad Mossadegh.
Sejak itu, hubungan kedua negara terus memanas, melalui Revolusi Islam 1979 dan krisis sandera diplomat AS di Teheran.
Eskalasi berlanjut dengan Perang Iran–Irak, sanksi ekonomi, insiden penembakan pesawat Iran Air, hingga perdebatan terkait program nuklir Iran.
Ketegangan memuncak kembali pada 2020 dengan pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani oleh AS.
Pada 2025, serangan terhadap fasilitas nuklir Iran dan gelombang protes massal pada 2026 menambah risiko konflik terbuka di Timur Tengah.
Sejarah panjang ini menunjukkan ketegangan AS–Iran bukan hanya persoalan bilateral.
Setiap peristiwa berdampak pada stabilitas politik, ekonomi, dan militer di kawasan serta di tingkat global.
1. Kudeta Mossadegh dan Awal Permusuhan (1953)
NewsBytes melaporkan, pada 1953, CIA bersama intelijen Inggris (MI6) menggulingkan Perdana Menteri Mohammad Mossadegh setelah ia menasionalisasi industri minyak Iran.
Kudeta ini mengembalikan Shah Mohammad Reza Pahlavi yang pro-Barat ke tampuk kekuasaan, menimbulkan sentimen anti-Amerika yang mendalam di masyarakat Iran.
Baca juga: Israel Naikkan Status Waspada ke Level Tertinggi Saat AS Dipastikan Bakal Serang Iran
Peristiwa ini menjadi fondasi permusuhan jangka panjang yang terus memengaruhi hubungan bilateral hingga kini.
2. Revolusi Islam dan Krisis Sandera (1979–1981)
Dilansir Wikipedia, pada 1979, Revolusi Islam menggulingkan Shah dan mendirikan Republik Islam di bawah Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Ketegangan memuncak ketika mahasiswa Iran menyerbu Kedutaan AS di Teheran, menyandera 52 warga AS selama 444 hari, menuntut pengembalian Shah dari perlindungan AS.
Krisis ini menghancurkan hubungan diplomatik dan menanam dendam panjang di kedua pihak.
3. Perang Iran–Irak dan Ketegangan Militer (1980–1988)
PBS melaporkan, selama Perang Iran–Irak, AS memberikan dukungan militer dan intelijen kepada Irak, meskipun Baghdad menggunakan senjata kimia.
Baca tanpa iklan