Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Iran Peringatkan Negara-negara Tetangga, Pangkalan AS Akan Diserang jika Washington Lakukan Serangan

Iran peringatkan negara-negara tetangga yang menampung pasukan AS, mereka akan menyerang pangkalan Amerika jika Washington menyerang.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nuryanti
zoom-in Iran Peringatkan Negara-negara Tetangga, Pangkalan AS Akan Diserang jika Washington Lakukan Serangan
Tangkapan layar YouTube Iran International
PROTES DI IRAN - Tangkap layar YouTube Iran International, menampilkan situasi aksi protes yang terjadi di Iran pada Januari 2026. Iran peringatkan negara-negara tetangga yang menampung pasukan AS, mereka akan menyerang pangkalan Amerika jika Washington menyerang. 

Ringkasan Berita:
  • Iran berupaya mencegah ancaman Presiden AS Donald Trump untuk campur tangan atas nama para pengunjuk rasa.
  • Iran memperingatkan negara-negara tetangga yang menampung pasukan AS bahwa mereka akan menyerang pangkalan Amerika jika Washington melakukan serangan.
  • Teheran telah meminta sekutu AS di kawasan itu untuk "mencegah Washington menyerang Iran."

TRIBUNNEWS.COM - Iran telah memperingatkan negara-negara tetangga yang menampung pasukan Amerika Serikat (AS) bahwa mereka akan menyerang pangkalan Amerika jika Washington melakukan serangan.

Hal ini disampaikan seorang pejabat senior Iran kepada Reuters pada Rabu (14/1/2026).

Amerika Serikat memiliki pasukan di seluruh wilayah tersebut, termasuk markas besar Komando Pusat di Al Udeid, Qatar, dan markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.

Saat ini, Iran berupaya untuk mencegah ancaman Presiden AS Donald Trump untuk campur tangan atas nama para pengunjuk rasa.

Trump diketahui telah secara terbuka mengancam akan campur tangan di Iran selama beberapa hari, meskipun tanpa memberikan rincian spesifik.

Tiga diplomat mengatakan beberapa personel telah disarankan untuk meninggalkan pangkalan udara utama AS di wilayah tersebut, meskipun tidak ada tanda-tanda evakuasi pasukan skala besar seperti yang terjadi beberapa jam sebelum serangan rudal Iran tahun lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

Ketiga diplomat tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa beberapa personel telah disarankan untuk meninggalkan Pangkalan Udara al-Udeid militer AS di Qatar pada Rabu malam.

Salah satu diplomat menggambarkan langkah tersebut sebagai "perubahan sikap" daripada "evakuasi yang diperintahkan."

Tidak ada tanda-tanda pergerakan besar-besaran pasukan dari pangkalan ke stadion sepak bola dan pusat perbelanjaan terdekat, seperti yang terjadi tahun lalu beberapa jam sebelum Iran menargetkan pangkalan tersebut dengan rudal sebagai balasan atas serangan udara AS terhadap target nuklir Iran.

Seorang tokoh senior yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan, Teheran telah meminta sekutu AS di kawasan itu untuk "mencegah Washington menyerang Iran."

"Teheran telah memberi tahu negara-negara regional bahwa pangkalan AS di negara-negara tersebut akan diserang jika AS menargetkan Iran, meminta negara-negara ini untuk mencegah Washington menyerang Iran," kata pejabat itu kepada Reuters.

Baca juga: Trump Ragu Mantan Monarki Reza Pahlavi Bisa Gaet Dukungan Rakyat Iran

Pejabat itu menambahkan, kontak langsung antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Utusan Khusus AS Steve Witkoff telah ditangguhkan.

AS Mulai Menarik Personel dari Qatar

Diberitakan Al Arabiya, militer AS telah mulai menarik sebagian personel dari Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar, kata para pejabat AS pada Rabu

Ini menjadi sebuah langkah yang menggarisbawahi meningkatnya kekhawatiran atas potensi bentrokan militer dengan Iran.

Kantor Media Internasional Qatar mengeluarkan pernyataan terkait berita tentang kepergian sejumlah personel dari Pangkalan Udara al-Udeid.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas