Gedung Baru KBRI Tokyo Perkuat Citra Diplomasi Indonesia di Jepang
Gedung baru KBRI Tokyo dinilai memperkuat citra diplomasi Indonesia yang modern, profesional, dan tetap berakar pada identitas nasional
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Gedung baru KBRI Tokyo membawa makna simbolik bagi diplomasi Indonesia di Jepang.
- Menurut Konjen RI Osaka John Tjahjanto Boestami, bangunan modern tersebut mencerminkan kehadiran Indonesia yang lebih percaya diri dan profesional.
- Di sisi lain, Wisma Duta tetap menjadi saksi sejarah hubungan bilateral Indonesia–Jepang. Transformasi ini menegaskan kesinambungan diplomasi lintas generasi.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Kehadiran gedung baru Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo memberikan dampak positif, khususnya bagi masyarakat Indonesia di Jepang.
Keberadaan gedung baru tersebut juga meningkatkan rasa percaya diri para diplomat Indonesia dalam menjalankan tugas.
Konsul Jenderal RI di Osaka, John Tjahjanto Boestami, menilai pembangunan kembali Gedung KBRI Tokyo mencerminkan transformasi diplomasi Indonesia yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga simbolik.
“Ketika saya kembali bertugas sebagai Wakil Duta Besar Indonesia di Tokyo, saya menyaksikan sebuah transformasi yang bukan hanya fisik, tetapi juga simbolik,” ujar John kepada Tribunnews.com, Kamis (15/1/2026).
Menurut John, gedung baru KBRI Tokyo yang dibangun dengan standar keselamatan serta desain modern mencerminkan kehadiran Indonesia yang semakin percaya diri, profesional, dan berorientasi ke masa depan, tanpa meninggalkan identitas budaya nasional.
Baca juga: Wacana Pembubaran Parlemen Jepang, Industri Penyewaan Perlengkapan Kebanjiran Order
Di sisi lain, Wisma Duta tetap dipertahankan sebagai bangunan bersejarah dengan nilai arsitektur yang khas.
Wisma ini menjadi saksi perjalanan panjang hubungan Indonesia dan Jepang, sekaligus ruang diplomasi yang hidup melalui dialog, pertukaran budaya, dan interaksi antar masyarakat kedua negara.
“Bagi saya, KBRI Tokyo adalah simbol kesinambungan hubungan bilateral Indonesia–Jepang, nilai-nilai diplomasi, serta pengabdian para diplomat lintas generasi. Gedung boleh berganti, zaman boleh berubah, tetapi semangat persahabatan dan kerja sama kedua negara akan terus terjaga,” tuturnya.
John memiliki rekam jejak panjang di Jepang.
Ia pernah menempuh pendidikan melalui beasiswa Pemerintah Jepang pada 1999–2000, bertugas di KBRI Tokyo pada 2001–2005, dan kembali sebagai Deputy Chief of Mission pada 2022–2024.
Menurutnya, KBRI Tokyo tidak hanya berfungsi sebagai institusi negara, tetapi juga sebagai “rumah besar” diplomasi Indonesia di Jepang.
Pada periode awal pascareformasi, KBRI Tokyo berperan penting dalam membangun kembali kepercayaan, memperkuat kerja sama ekonomi, serta memberikan perlindungan bagi warga negara Indonesia yang jumlahnya terus meningkat.
“Keterbatasan fasilitas pada masa itu tidak mengurangi dedikasi para diplomat dan staf dalam menjalankan tugas negara,” pungkas John.
Diskusi masyarakat Indonesia di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan