Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Menlu Sugiono Peringatkan Rapuhnya Tatanan Dunia, Ingatkan Bahaya Sejarah Perang Dunia II Terulang

Menlu Sugiono ingatkan rapuhnya tatanan dunia, bahaya sejarah PD II bisa terulang jika aturan global diabaikan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Menlu Sugiono Peringatkan Rapuhnya Tatanan Dunia, Ingatkan Bahaya Sejarah Perang Dunia II Terulang
freepik
PERANG DUNIA - Menlu RI Sugiono peringatkan dunia rapuh, serukan ketahanan nasional dan diplomasi realistis hadapi krisis global. 

Dengan kekuatan gabungan lebih dari 2 juta tentara, Jerman dan Soviet melancarkan serangan yang membuat Polandia kewalahan.

Pasukan Polandia yang mundur ke timur berharap mendapat dukungan Soviet, namun justru berhadapan dengan invasi baru.

Ribuan tentara Polandia ditawan, sementara sebagian menyerah kepada Soviet untuk menghindari penangkapan Jerman.

Invasi ini memperlihatkan rapuhnya sistem internasional kala itu. Polandia terhimpit dari barat dan timur, tanpa sekutu yang mampu menolong.

Uni Soviet menguasai sekitar tiga perlima wilayah Polandia dan 13 juta penduduknya, sebelum akhirnya kehilangan kendali akibat serangan balik Nazi melalui Operasi Barbarossa pada 1941.

Front Timur kemudian menjadi salah satu medan perang paling brutal dalam sejarah, dengan korban mencapai sekitar 30 juta jiwa.

Peristiwa ini menegaskan bahwa pengabaian terhadap aturan internasional dan ambisi ekspansi kekuasaan dapat memicu tragedi global berskala besar.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, tanggal 17 September juga tercatat dalam sejarah Amerika Serikat sebagai hari pecahnya Pertempuran Antietam (1862), pertempuran paling berdarah dalam Perang Saudara AS, dengan korban hampir 23.000 jiwa dalam satu hari.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas