Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rencana Trump Caplok Greenland Bisa Telan Biaya Fantastis, Tembus 700 Miliar Dolar AS

Ambisi Trump caplok Greenland diperkirakan telan biaya hingga 700 miliar dolar AS, , setara lebih dari setengah anggaran pertahanan AS.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Rencana Trump Caplok Greenland Bisa Telan Biaya Fantastis, Tembus 700 Miliar Dolar AS
Facebook The White House
PRESIDEN AS TRUMP - Gambar diunduh dari Facebook The White House, Kamis (9/10/2025), memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan pada 9 Oktober 2025. Ambisi Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland diperkirakan akan menelan biaya fantastis hingga 700 miliar dolar AS, memicu kontroversi global. 

Ringkasan Berita:
  • Ambisi Trump menguasai Greenland diperkirakan menelan biaya hingga 700 miliar dolar AS mencakup subsidi sosial, keamanan, dan infrastruktur jangka panjang.
  • Greenland dinilai vital secara geopolitik karena posisinya di Arktik, kekayaan mineral tanah jarang, serta perannya dalam proyek pertahanan rudal Golden Dome untuk menghadapi Rusia dan China.
  • Pemerintah Greenland menolak tegas rencana pencaplokan, memicu rencana demonstrasi di Nuuk dan Kopenhagen.

TRIBUNNEWS.COM - Ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengambil alih Greenland diperkirakan akan menelan biaya sangat besar, bisa melampaui 700 miliar dolar AS atau Rp 11.700 triliun (kurs Rp 16.700).

Angka tersebut, setara lebih dari setengah anggaran tahunan Departemen Pertahanan Amerika Serikat, sebagaimana dikutip dari Anadolu.

Adapun informasi itu diungkapkan oleh tiga sumber kepada NBC News, yang menyebut bahwa rencana penguasaan Greenland menjadi salah satu proyek geopolitik termahal dalam sejarah modern Amerika Serikat.

Meski menuai kritik luas, Trump tetap menunjukkan tekad kuat untuk menguasai pulau Arktik tersebut.

Trump bahkan secara terbuka menyatakan Amerika Serikat akan memiliki Greenland “dengan cara apapun”, pernyataan yang kini ditanggapi serius oleh pejabat pemerintah AS maupun sekutu-sekutu NATO.

Keinginan Trump untuk “memiliki” Greenland didorong oleh kekhawatiran strategis.

Rekomendasi Untuk Anda

Sejumlah analis dan mantan pejabat AS memperingatkan bahwa jika Greenland suatu saat merdeka dari Denmark, wilayah itu berpotensi jatuh ke dalam pengaruh Rusia atau China.

Greenland memiliki garis pantai luas, posisi geografis vital di Kutub Utara, serta kekayaan sumber daya alam, terutama mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan industri teknologi dan pertahanan.

Trump juga mengaitkan Greenland dengan proyek sistem pertahanan rudal Golden Dome, yang disebutnya krusial bagi keamanan nasional Amerika Serikat.

“Amerika Serikat membutuhkan Greenland untuk tujuan keamanan nasional. Ini sangat penting untuk Golden Dome yang sedang kita bangun,” tulis Trump di Truth Social.

Baca juga: Trump Tak Gubris Desakan NATO, Tetap Kejar Kendali Greenland Meski Negara Eropa Kirim Pasukan

Kenapa Biaya Caplok Greenland Fantastis ?

Namun, kenyataannya ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengambil alih Greenland berpotensi menelan biaya fantastis karena menyentuh banyak aspek strategis, hukum, ekonomi, dan keamanan sekaligus, bukan sekadar transaksi pembelian wilayah.

Dari sisi finansial langsung, penguasaan Greenland akan mengharuskan Washington menggelontorkan dana sangat besar untuk menggantikan peran Denmark sebagai penyandang utama anggaran publik.

Saat ini, Denmark mengucurkan subsidi tahunan miliaran dolar untuk menopang layanan dasar Greenland, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.

Jika AS mengambil alih kendali, beban anggaran tersebut otomatis beralih ke pemerintah Amerika Serikat dan harus dijamin secara berkelanjutan.

Selain itu, biaya keamanan dan militer menjadi faktor utama. Greenland memiliki luas sekitar 800 ribu mil persegi dengan kondisi geografis ekstrem.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas