Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

5 Populer Internasional: Demonstran Iran Merasa Dikhianati Trump - Rencana Pembentukan PBB Tandingan

Artikel ini menyoroti lima isu internasional yang melibatkan manuver kontroversial Donald Trump, membuat banyak warga Iran kecewa.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS
zoom-in 5 Populer Internasional: Demonstran Iran Merasa Dikhianati Trump - Rencana Pembentukan PBB Tandingan
Kolase Tribunnews: Tangkap layar YouTube DW News; European External Action Service (EEAS); Tangkap Layar Youtube / La Republica +; Tangkap layar YouTube Reuters
BERITA POPULER INTERNASIONAL - Kolase foto: Ribuan demonstran turun ke jalan di seluruh Eropa untuk mengecam pembunuhan massal di Iran; Kaja Kallas, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan/Wakil Presiden Komisi Eropa; Tangkap layar La Republica + terkait sosok Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello; Presiden AS Donald Trump saat bertemu dengan wartawan di Gedung Putih untuk membahas perang antara Thailand dengan Kamboja, Kamis (11/12/2025). Inilah kompilasi berita populer internasional hari ini. 

Ringkasan Berita:
  • Artikel ini menyoroti lima isu internasional yang melibatkan manuver kontroversial Donald Trump
  • Demonstran Iran merasa dikhianati karena janji dukungan Trump tidak terwujud, sementara Trump juga menggulirkan wacana pembentukan “PBB tandingan” dan mengancam tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland
  • Selain itu, terungkap peran orang dalam dalam penangkapan Maduro di Venezuela, yang semakin memperlihatkan ketegangan geopolitik global.


TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah peristiwa mewarnai dunia hari ini.

Demonstran di Iran marah karena merasa Donald Trump telah mengkhianati harapan mereka.

Sementara itu, Donald Trump menggulirkan wacana pembentukan “PBB tandingan”.

Selengkapnya, berikut rangkuman berita populer internasional dalam 24 jam terakhir.

1. Pengunjuk Rasa Iran Merasa Dikhianati Donald Trump, Bantuan Tak Datang

Bagi banyak warga Iran yang turun ke jalan selama gelombang protes dalam beberapa minggu terakhir, Presiden AS Donald Trump sempat dipandang sebagai sosok “penyelamat”.

Keyakinan itulah, menurut para pengunjuk rasa, yang membuat perubahan sikap Trump kemudian terasa seperti sebuah pengkhianatan.

Rekomendasi Untuk Anda

Rasa kekecewaan muncul dari perbedaan antara klaim Trump dan tindakannya di lapangan.

Pada awal kerusuhan, Donald Trump secara terbuka menyuarakan dukungan kepada para pengunjuk rasa Iran dan mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah Iran.

Trump menyatakan di media sosial bahwa bantuan sedang dalam perjalanan dan kemudian mengatakan bahwa Amerika Serikat siap siaga jika demonstran disakiti.

“Para Patriot Iran, TERUS BERPROTES – KUASAI LEMBAGA-LEMBAGA KALIAN!!! Catat nama-nama para pembunuh dan pelaku kekerasan. Mereka akan membayar mahal. Saya telah membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran sampai pembunuhan tanpa akal sehat terhadap para demonstran BERHENTI. BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN. MIGA!!!
PRESIDEN DONALD J. TRUMP,” tulis Trump di media sosial, Selasa (13/1/2026).

Banyak warga Iran menafsirkan pernyataan itu sebagai janji dukungan konkret, bahkan kemungkinan intervensi militer.

Namun ketika para pengunjuk rasa kembali turun ke jalan, pemerintah Iran justru memutus komunikasi dan mengerahkan pasukan keamanan.

Mengutip NDTV, laporan dari berbagai wilayah menggambarkan adanya tembakan penembak jitu, serangan senapan mesin, serta banyak korban tewas dan orang hilang.

Kabar bahwa Departemen Pertahanan AS (Pentagon) memerintahkan sejumlah personel non-esensial meninggalkan pangkalan utama AS di kawasan tersebut secara luas ditafsirkan sebagai persiapan menuju konflik.

Namun kemudian terjadi perubahan arah.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas