Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Lima Alasan Perusahaan Jepang Rekrut SDM Sopir Bus Indonesia

Jepang rekrut sopir bus asal Indonesia. Dinilai ramah, terampil, dan cocok dengan sistem lalu lintas. Jadi solusi krisis pengemudi bus.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Lima Alasan Perusahaan Jepang Rekrut SDM Sopir Bus Indonesia
Tribunnews.com/Ricard Susilo
WNI PENGEMUDI BUS - Iyus di balik stir busnya, merupakan pengemudi bus pertama di Jepang dalam status Tokutei Ginou (SSW Specified Skilled Worker) (Richard Susilo) 

“Walaupun yen sedang lemah, gaji di Jepang tetap lebih dari 10 kali lipat dibanding Indonesia. Saya ingin menyekolahkan tiga anak saya sampai perguruan tinggi,” ujar Dwi.

Sementara Seto Ramadan Siswadi (29), mantan guru bahasa Jepang, mengatakan bahwa ia senang mencoba tantangan baru.

“Kami mungkin akan menjadi pengemudi bus rute reguler pertama di Jepang yang datang dari luar negeri. Ketika melihat lowongan Meitetsu Bus di internet, saya berdiskusi dengan istri yang sedang hamil, dan dia mendukung penuh,” katanya.

Azam Al Antar (29), yang sebelumnya mengelola toko bahan bangunan, terdorong berangkat ke Jepang setelah usahanya terdampak kenaikan harga akibat perang Rusia–Ukraina. 

Kini ia rutin mengirim uang kepada ibunya setiap bulan.

Ketiganya mengirim sekitar 120.000 yen per bulan ke keluarga di kampung halaman. 

Setelah masa pelatihan berakhir, gaji pokok mereka akan disamakan dengan pengemudi Jepang.

Kekurangan Sopir Makin Parah
Rekomendasi Untuk Anda

Menurut data industri transportasi Jepang, untuk mempertahankan layanan seperti tahun 2022 dibutuhkan sekitar 129.000 pengemudi. 

Namun pada 2024, Jepang sudah kekurangan sekitar 21.000 orang. Angka ini diperkirakan melonjak menjadi 36.000 pada 2030.

“Perusahaan kami belum mengalami kekurangan parah, tetapi kami harus bersiap sejak dini. Karena itu kami memutuskan merekrut pengemudi asing,” kata Naemi Irie, Kepala Rekrutmen SDM Meitetsu Bus.

Pemerintah Jepang sendiri pada Maret 2024 menambahkan sektor transportasi darat—bus, truk, dan taksi—ke dalam kategori visa kerja “Tokutei Ginou” (keterampilan khusus), membuka jalan bagi tenaga asing masuk ke industri ini.

Setelah menerima tawaran kerja, ketiga kandidat mengikuti ujian kemampuan bahasa Jepang dan ujian keterampilan bidang transportasi. 

Materinya mencakup aturan lalu lintas, pemeriksaan kendaraan, keselamatan, penanganan kecelakaan, hingga pelayanan penumpang.

Tantangan Terberat Konversi SIM

Rintangan terbesar adalah proses konversi SIM asing ke SIM Jepang, yang dikenal sebagai gaimen kirikae. Proses ini mencakup ujian teori dan praktik yang sangat ketat.

“Kalau orang Jepang ikut tes ini, mungkin juga banyak yang gagal,” ujar Yokoi Hidemitsu, mantan sopir bus yang kini membimbing mereka.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas