Fakta-Fakta Dewan Perdamaian Gaza: Misi, Anggota, hingga Hierarkinya
Dewan Perdamaian Gaza dibentuk oleh Donald Trump dengan mandat mengawasi gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza, ini 4 hal yang perlu diketahui.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Suci BangunDS
Dewan juga ditugaskan melaksanakan rencana Trump di Gaza hingga Otoritas Palestina yang diakui secara internasional melakukan reformasi, demikian bunyi resolusi tersebut.
Namun, setelah Amerika Serikat mengedarkan piagam dewan pada hari Jumat, Trump dinilai menginginkan peran yang jauh lebih besar bagi badan ini.
Piagam yang diusulkan menyatakan bahwa Dewan Perdamaian akan mengamankan perdamaian abadi di daerah-daerah yang terdampak atau terancam konflik, bukan hanya Gaza, menurut salinan yang dibagikan kepada The New York Times.
Piagam tersebut, juga menyerukan pembentukan badan pembangunan perdamaian internasional yang lebih gesit dan efektif.
2. Anggota: Siapa yang Diundang dan Siapa yang Bergabung
Mengutip Bloomberg, berikut adalah negara-negara yang diundang oleh Trump untuk bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza.
Daftar undangan berikut ini didasarkan pada orang-orang yang mengetahui masalah ini dan unggahan di media sosial.
Tidak semua negara telah mengonfirmasi penerimaan dan daftar ini juga tidak lengkap.
- Albania
- Argentina
- Australia
- Austria
- Bahrain
- Belarus
- Brasil
- Kanada
- Siprus
- Mesir
- Komisi Eropa
- Finlandia
- Prancis
- Jerman
- Yunani
- Hongaria
- India
- Indonesia
- Irlandia
- Israel
- Italia
- Jepang
- Yordania
- Kazakhstan
- Maroko
- Belanda
- Selandia Baru
- Norwegia
- Oman
- Pakistan
- Paraguay
- Polandia
- Portugal
- Qatar
- Rumania
- Rusia
- Arab Saudi
- Singapura
- Slovenia
- Korea Selatan
- Spanyol
- Swedia
- Swiss
- Thailand
- Turki
- Uni Emirat Arab
- Inggris Raya
- Ukraina
- Uzbekistan
- Vietnam
Namun sejauh ini, hanya segelintir pemimpin yang secara terbuka menyatakan akan bergabung, seperti Presiden Argentina yang pro-Trump, Javier Milei, serta Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban.
Meski akan mengawasi Gaza, baik Dewan Perdamaian maupun Dewan Eksekutif Gaza di bawahnya belum memiliki anggota dari Palestina.
Meski demikian, dewan tersebut akan mengawasi kerja sekelompok teknokrat Palestina yang bertugas mengelola layanan publik di Gaza.
Para analis menilai, kelompok ini akan menghadapi tantangan berat, mengingat Gaza masih terbagi antara wilayah yang berada di bawah kendali Israel dan Hamas.
Baca juga: Trump Jual Kursi Dewan Perdamaian Gaza, Dibanderol 1 Miliar Dolar AS
Sejumlah negara tampak bersikap skeptis.
Untuk memperoleh kursi tetap di Dewan Perdamaian, setiap negara diwajibkan membayar lebih dari satu miliar dolar AS secara tunai pada tahun pertama guna mendanai operasional badan tersebut.
Sebagai alternatif, negara-negara dapat bergabung selama tiga tahun secara gratis tanpa status keanggotaan tetap.
Piagam tersebut memberikan kekuasaan pribadi yang cukup besar kepada Trump sebagai ketua.
Baca tanpa iklan