Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jerman Mulai Rekrut Tentara Besar-besaran, Ada Apa?

Pemerintah Jerman mengupayakan perekrutan tentara sukarela dengan kontrak 23 bulan, dengan gaji dan tunjangan yang besar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Jerman Mulai Rekrut Tentara Besar-besaran, Ada Apa?
esut.de
REKRUT TENTARA - Foto dokumentasi tentara Jerman. Mulai awal tahun ini, Jerman mulai merekrut tentara besar-besaran. 

“Hanya dalam satu tahun, dukungan terhadap peningkatan belanja pertahanan telah meningkat dari 58 persen menjadi 65 persen,” kata Graf.

Pada tahun 2030, Jerman akan menghabiskan 3,5 persen dari PDB-nya untuk pertahanan.

Warga Jerman khawatir Rusia

Menurut survei bulan Desember oleh Politbarometer, sebuah jajak pendapat pemilu dan program televisi Jerman, delapan dari 10 warga Jerman kini yakin bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak serius dalam mengejar kesepakatan perdamaian dalam perang di Ukraina.

Banyak warga Jerman  mulai mempercayai peringatan para pejabat intelijen bahwa Rusia berencana untuk akhirnya memperluas perangnya ke negara-negara NATO.

"Tahun 2029 telah dipresentasikan sebagai kemungkinan tanggal bagi Rusia untuk menyerang NATO dan itu telah menjadi tanggal acuan bagi banyak orang,” kata Graf.

“Kita dapat melihat selama empat tahun terakhir perang ini bahwa kita telah berjalan dalam tidur, tidak memahami betapa seriusnya situasi ini. Masa depan Eropa dipertaruhkan di sini.”

Warga Jerman kehilangan kepercayaan pada pemerintahan Trump di AS.

Persepsi ancaman dari Rusia hanyalah satu sisi dari persamaan.

Rekomendasi Untuk Anda

Masyarakat Jerman juga merasakan dampak transformatif yang sama besarnya akibat hilangnya kepercayaan terhadap Amerika Serikat selama setahun terakhir.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh saluran televisi pemerintah ZDF pada Juni 2025 menanyakan kepada warga Jerman, “Akankah AS terus menjamin keamanan Eropa sebagai bagian dari NATO?”

Tujuh puluh tiga persen menjawab tidak.

Pada bulan Desember, mayoritas ini telah meningkat menjadi 84 persen.

Sembilan dari 10 warga Jerman kini memandang pengaruh politik AS di Eropa sebagai sesuatu yang berbahaya, dan tampaknya khawatir akan adanya dukungan terbuka terhadap partai-partai sayap kanan yang pro-Rusia, seperti yang terjadi dalam pemilihan federal Jerman pada Februari tahun lalu.

Sumber: Al Jazeera

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas