Tarif Trump Jadi Bumerang, Pedagang E-Commerce Gigit Jari Hadapi Lonjakan Biaya
Tarif Trump mulai jadi bumerang. Pedagang e-commerce AS tertekan biaya impor, harga naik, dan konsumen kini lebih selektif dalam berbelanja online.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Yurika NendriNovianingsih
Ringkasan Berita:
- Tarif Trump mulai memukul e-commerce AS, Amazon mengakui banyak pedagang tak lagi mampu menyerap biaya impor sehingga harga barang naik ke konsumen.
- Pola belanja konsumen berubah, pembeli beralih ke produk murah dan diskon, sementara pembelian barang premium dan non-esensial cenderung ditunda.
- Risiko lanjutan membesar, asosiasi ritel memperingatkan gangguan rantai pasok, keterbatasan stok, hingga potensi pemangkasan tenaga kerja jika perang tarif berlanjut.
TRIBUNNEWS.COM - Kebijakan tarif besar-besaran yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai menunjukkan dampak nyata terhadap sektor perdagangan ritel dan e-commerce di AS.
Amazon, raksasa perdagangan daring dunia asal AS, mengakui bahwa efek kenaikan tarif impor tersebut kini mulai dirasakan langsung dalam harga barang yang dibayar konsumen.
CEO Amazon Andy Jassy mengatakan, sejumlah penjual di platform Amazon sudah tidak lagi mampu sepenuhnya menyerap lonjakan biaya akibat tarif.
Akibatnya, sebagian pedagang memilih meneruskan beban tersebut kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga.
Pernyataan ini disampaikan Jassy dalam wawancara dengan CNBC International di sela Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss.
Ia menjelaskan bahwa sejak tarif diberlakukan, Amazon dan para pedagang pihak ketiga sempat membeli stok dalam jumlah besar lebih awal untuk menahan kenaikan harga. Namun, strategi tersebut kini mulai menemui batasnya.
“Sebagian besar persediaan yang dibeli lebih awal untuk mengantisipasi tarif sudah habis sejak musim gugur lalu,” kata Jassy.
“Kondisi ini membuat penjual kini harus menghadapi langsung biaya impor yang lebih tinggi,” imbuhnya.
Harga Naik dan Pola Belanja Konsumen Berubah
Menurut Jassy, respons para pedagang dalam menghadapi kenaikan biaya impor sangat beragam.
Ada yang memilih menaikkan harga agar margin tetap terjaga, ada pula yang menanggung biaya tambahan demi menjaga permintaan, serta sebagian lainnya mengambil jalan tengah.
Baca juga: Putar Arah Kebijakan, Trump Tahan Kenaikan Tarif Impor hingga 2027
Namun, ia menegaskan bahwa dampak tarif terhadap harga kini semakin terasa.
“Sekarang Anda mulai melihat tarif mempengaruhi harga beberapa barang. Dampaknya lebih besar dibandingkan sebelumnya,” ujar Jassy.
Pengakuan ini menandai perubahan sikap Amazon dibandingkan tahun lalu.
Di mana pada 2025, Jassy sempat menyatakan bahwa Amazon belum melihat kenaikan harga yang signifikan meskipun tarif luas telah diumumkan Trump.
Akan tetapi seiring berjalannya waktu, tekanan biaya semakin sulit dihindari.
Baca tanpa iklan