5 Populer Internasional: Jerman Rekrut Tentara Besar-besaran - Israel Gabung Dewan Perdamaian Gaza
Jerman memulai perekrutan tentara besar-besaran dengan target membangun angkatan darat terkuat di Eropa sejak Perang Dunia II.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Jerman memulai perekrutan tentara besar-besaran dengan target membangun angkatan darat terkuat di Eropa sejak Perang Dunia II.
- Presiden AS Donald Trump hadir di Forum Ekonomi Dunia Davos sambil memicu kontroversi rencana perebutan Greenland, yang ditentang Denmark dan sekutu NATO.
- Israel akhirnya bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza yang digagas Trump, meski langkah ini menimbulkan tanda tanya terkait struktur dan kontribusi besar yang diwajibkan bagi anggota.
TRIBUNNEWS.COM - Situasi geopolitik Eropa dan Timur Tengah memasuki fase baru.
Jerman mengumumkan perekrutan tentara dalam jumlah besar.
Di sisi lain, Israel bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza, meski sebelumnya mengkritik strukturnya.
Selengkapnya, berikut rangkuman berita populer internasional dalam 24 jam terakhir.
1. Jerman Mulai Rekrut Tentara Besar-besaran, Ada Apa?
Awal tahun 2026 ini, pria di Jerman yang berusia 18 tahun mulai menerima kuesioner wajib yang mencatat kesiapan mereka untuk dinas militer berdasarkan undang-undang yang disahkan bulan lalu.
Bergabung dengan militer saat ini memang bersifat sukarela.
Akan tetapi undang-undang di Jerman mengizinkan pemerintah untuk memperkenalkan wajib militer kepada para pemuda.
Tujuannya untuk membangun apa yang disebut pemerintah Jerman untuk menciptakan angkatan darat terkuat di Eropa pertama kalinya sejak Perang Dunia II.
Jumlah tentara naik
Pada November 2025 lalu, jumlah tentara aktif di Jerman mencapai 184.000 orang, meningkat 2.500 sejak Mei 2025.
“Ini adalah kekuatan terbesar yang mereka miliki dalam waktu yang sangat lama dan ini sudah menjadi kekuatan terkuat yang kita miliki sejak tahun 2021,” kata Timo Graf, seorang peneliti senior di Pusat Sejarah Militer dan Ilmu Sosial Bundeswehr di Potsdam, kepada Al Jazeera.
Gaji yang cukup besar
Pemerintah Jerman mengupayakan perekrutan tentara sukarela dengan kontrak 23 bulan, dengan gaji dan tunjangan yang besar.
Kontrak tersebut kemudian dapat diperpanjang menjadi layanan profesional tanpa batas waktu.
“Gajinya 2.600 euro (sekitar Rp 50 juta) dan karena perumahan gratis, asuransi kesehatan gratis, mereka akan memiliki sekitar 2.300 euro (Rp 45 juta) setelah pajak dan potongan. Itu jumlah uang yang besar untuk anak muda,” kata Graf.
Jerman telah membuat komitmen NATO untuk mencapai 260.000 personel aktif pada tahun 2035, dan untuk menggandakan jumlah pasukan cadangannya menjadi 200.000.
Baca tanpa iklan