Menyamar Jadi Pilot, Pria Ini Gratis Naik Pesawat Ratusan Kali
Seorang pria Kanada menyamar sebagai pilot komersial agar bisa naik pesawat komersial secara gratis.
Penulis:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Kisah seorang pria Kanada menyamar sebagai pilot komersial agar bisa naik pesawat komersial secara gratis terungkap di persidangan
- Dia ditangkap di Panama setelah didakwa atas tuduhan penipuan melalui transfer elektronik di pengadilan federal di Hawaii Oktober lalu
- Jaksa AS mengatakan bahwa Pokornik meminta untuk duduk di kursi tambahan di kokpit.
TRIBUNNEWS.COM, AS - Seorang pria Kanada menyamar sebagai pilot komersial agar bisa naik pesawat komersial secara gratis.
Dia bahkan telah melakukan ratusan penerbangan gratis dari maskapai penerbangan AS.
Selain menyamar jadi pilot, pria ini juga kerap menyamar jadi pramugara.
Namanya Dallas Pokornik, 33 tahun.
Pria asal Toronto, Kanada, ini ditangkap di Panama setelah didakwa atas tuduhan penipuan melalui transfer elektronik di pengadilan federal di Hawaii Oktober lalu.
Ia menyatakan tidak bersalah pada hari Selasa (20/1/2026) ) setelah diekstradisi ke Amerika Serikat (AS).
Menurut dokumen pengadilan, Pokornik adalah seorang pramugara untuk maskapai penerbangan yang berbasis di Toronto dari tahun 2017 hingga 2019.
Dia kemudian menggunakan identitas karyawan palsu dari maskapai tersebut untuk mendapatkan tiket yang dipesan untuk pilot dan pramugara di tiga maskapai penerbangan lain.
Jaksa AS mengatakan pada hari Selasa bahwa Pokornik bahkan meminta untuk duduk di kursi tambahan di kokpit.
Ini adalah "kursi lompat" yang biasanya diperuntukkan bagi pilot yang sedang tidak bertugas.
"Tidak jelas dari dokumen pengadilan apakah dia pernah benar-benar naik di kokpit pesawat," ujar Kantor Kejaksaan AS tampa menjelaskan lebih jauh.
Dakwaan tersebut tidak menyebutkan maskapai penerbangan mana yang membiarkannya terbang gratis, kecuali hanya menyebutkan bahwa maskapai tersebut berbasis di Honolulu, Chicago, dan Fort Worth, Texas.
Perwakilan dari Hawaiian Airlines, United Airlines, dan American Airlines—yang masing-masing berbasis di kota-kota tersebut—tidak segera menanggapi email dari Associated Press.
Dakwaan tersebut juga tidak menyebutkan identitas maskapai penerbangan yang berbasis di Toronto tersebut.
Air Canada, yang berkantor pusat di Montreal dan memiliki pusat operasional di Toronto, mengatakan dalam sebuah email pada hari Rabu bahwa mereka tidak memiliki catatan siapa pun bernama Pokornik yang pernah bekerja di maskapai tersebut.
Baca tanpa iklan