Salat Id di Jepang Disorot, Pengelola Himeji Castle Buka Suara
Pelaksanaan salat Id di kawasan Himeji Castle menuai polemik usai dipersoalkan soal izin, pengelola mengaku tak pernah menyetujui ibadah
Editor:
Eko Sutriyanto
Mereka bahkan sempat berfoto bersama.
Sumber tersebut juga mengritik Imam di Masjid Muslim Kobe, Yusuf Fujitani, "Kan dia ustadz di Masjid Muslim Kobe tentu punya jaringan. Jangan asal posting di media sosial dong. Tanya dulu ke jaringannya benar atau tidak semua hal itu. Jadi ribut semua kan jadi tidak enak bukan?"
Baca juga: Pemilu Jepang 2026 Dibayangi Deepfake hingga Video Palsu, Tokoh Politik Jadi Sasaran Fitnah
Bagaimana Jika Ingin Menggelar Lagi?
Menanggapi rencana kemungkinan pelaksanaan salat Ied kembali di lokasi yang sama, Tsushi menyatakan pintu tetap terbuka, namun prosedur harus dipatuhi.
“Silakan langsung mengajukan izin jauh-jauh hari, mungkin dua minggu sebelumnya. Pihak pemerintah kota Himeji akan mempertimbangkan. Hasilnya ada dua kemungkinan, bisa diterima atau bisa ditolak,” jelasnya.
Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan kepatuhan prosedur administratif dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan di ruang publik Jepang.
Terlebih di kawasan bersejarah yang memiliki nilai budaya tinggi.
Penyelenggara salat Ied saat itu adalah Himeji Muslim Society dan pengunjungnya saat itu diperkirakan hadir sekitar 600 jemaah muslim dari berbagai bangsa.
"Bagi komunitas Indonesia di Jepang, mungkin polemik ini menjadi pelajaran penting agar setiap kegiatan besar dilaksanakan secara tertib, legal, dan menjaga kepercayaan publik," ungkap Imamura warga Jepang yang tinggal di Osaka.
Diskusi beasiswa di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan