Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pertemuan Pertama Antara AS, Rusia, Ukraina Bakal Digelar, Masalah Wilayah jadi Penghambat

Pertemuan trilateral antara Amerika Serikat (AS), Rusia, dan Ukraina akhirnya bakal digelar di Uni Emirat Arab (UEA).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pertemuan Pertama Antara AS, Rusia, Ukraina Bakal Digelar, Masalah Wilayah jadi Penghambat
YouTube CBS News
PERTEMUAN TRILATERAL - Tangkapan layar yang diambil pada Kamis (7/8/2025) menunjukkan Presiden AS Donald Trump (kiri), Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah), dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan). Pertemuan trilateral pertama antara AS, Rusia, dan Ukraina akhirnya akan dilakukan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada Jumat (23/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pertemuan trilateral pertama antara Amerika Serikat (AS), Rusia, dan Ukraina bakal segera digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada Jumat (23/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).
  • Pertemuan ini terjadi setelah sebelumnya Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky bertemu empat mata dengan Presiden AS, Donald Trump di Davos, Swiss.
  • Setelah bertemu empat mata dengan Trump, Zelensky mengakui bahwa tahap akhir negosiasi atau yang ia sebut sebagai "mil terakhir" adalah fase yang paling sulit.

TRIBUNNEWS.COM - Pertemuan bersejarah antara Amerika Serikat (AS), Rusia, dan Ukraina akhirnya bakal digelar pada Jumat (23/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).

Pertemuan yang melibatkan pejabat dari Amerika Serikat, Ukraina, dan Rusia dijadwalkan berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Pengumuman ini pertama kali disampaikan oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, tak lama setelah ia mengadakan pertemuan empat mata dengan Presiden AS Donald Trump.

Zelensky menggambarkan pertemuannya dengan Trump sebagai diskusi yang "positif".

Meski begitu, Zelensky mengakui bahwa tahap akhir negosiasi atau yang ia sebut sebagai "mil terakhir" adalah fase yang paling sulit.

"Dalam setiap dialog dengan presiden mana pun, saya harus membela kepentingan negara saya. Itulah mengapa dialog ini mungkin tidak sederhana, tetapi hari ini berjalan positif," ujar Zelensky, mengutip CNN.

Rekomendasi Untuk Anda

Meskipun ada kemajuan dalam kerangka kerja perdamaian, isu penguasaan wilayah tetap menjadi batu sandungan utama.

Utusan khusus AS, Steve Witkoff, menyatakan negosiasi kini mengerucut pada satu masalah besar yang belum terselesaikan.

Meski Witkoff tidak merinci secara eksplisit, sumber diplomatik Eropa mengonfirmasi isu tersebut berkaitan langsung dengan status wilayah di timur Ukraina yang saat ini diduduki oleh Rusia.

Pihak Kremlin melalui penasihat urusan luar negeri, Yuri Ushakov, menegaskan penyelesaian jangka panjang tidak akan tercapai tanpa adanya kesepakatan mengenai masalah teritorial ini.

Rusia tetap pada tuntutannya agar Kyiv menarik pasukannya dari wilayah yang diklaim telah dianeksasi oleh Moskow, sebuah syarat yang selama ini ditolak keras oleh Ukraina.

Baca juga: Bertemu Utusan AS, Putin Minta Jangan Berharap Tercapainya Perdamaian di Ukraina

Sementara terkait jaminan keamanan bagi Ukraina pascaperang, Zelensky menyatakan draf kesepakatan antara AS dan Ukraina sebenarnya "hampir siap".

Namun, dokumen tersebut masih memerlukan proses ratifikasi di masing-masing negara sebelum dapat diimplementasikan secara resmi.

"Rusia harus siap untuk berkompromi, karena setiap pihak harus bersedia (berkompromi), bukan hanya Ukraina. Ini sangat penting bagi kami," tegas Zelensky.

Pertemuan di UEA akhir pekan ini diharapkan dapat memecah kebuntuan terkait isu wilayah, guna menghentikan konflik yang telah berlangsung selama hampir empat tahun tersebut.

Putin: Jangan Berharap Terjadi Perdamaian

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas