Pertemuan Trilateral AS, Rusia, Ukraina Diwarnai Serangan Udara, Diplomasi Terancam Gagal
Serangan udara besar-besaran Rusia di Ukraina mengancam diplomasi yang sedang dilaksanakan di Abu Dhabi.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Meski upaya diplomasi terus dipacu, kedua belah pihak dilaporkan masih menemui jalan buntu terkait sengketa wilayah, khususnya di kawasan Donbas, Ukraina Timur.
Kremlin tetap bersikeras bahwa Ukraina harus menarik pasukannya dari wilayah yang diklaim telah dianeksasi oleh Rusia jika ingin kesepakatan damai tercapai.
Perundingan di Abu Dhabi telah Selesai
Perundingan yang berlangsung hari ini di Abu Dhabi antara perwakilan Rusia, Ukraina, dan AS untuk mengakhiri perang telah berakhir, demikian dilaporkan kantor berita AFP, mengutip seorang negosiator Ukraina.
Kantor berita milik negara Rusia, RIA Novosti, mengatakan bahwa tim Rusia telah kembali ke hotel mereka, sedangkan delegasi AS menuju ke bandara.
Tidak jelas apakah ada kemajuan yang telah dicapai.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Moskow terbuka untuk pembicaraan lebih lanjut dengan Ukraina.
Sebuah sumber anonim yang dikutip oleh kantor berita TASS mengatakan bahwa pembicaraan di Abu Dhabi membuahkan beberapa hasil, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Sementara itu, seorang juru bicara pemerintah UEA mengatakan bahwa perundingan perdamaian Rusia-Ukraina berpusat pada "elemen-elemen penting" dari kerangka perdamaian yang diusulkan AS.
Pejabat tersebut, yang dikutip oleh kantor berita Reuters, tidak memberikan rincian tentang hasil negosiasi.
Baca juga: Kekhawatiran Perang Dunia III Meningkat, Royal Navy Cegat Kapal-kapal Rusia di Selat Inggris
Namun, ia mengatakan bahwa "keterlibatan langsung" antara Rusia dan Ukraina berlangsung dalam "suasana yang konstruktif dan positif".
Fokus Utama Pembicaraan
Menurut laporan yang dihimpun, perundingan trilateral ini difokuskan pada dua isu krusial yang selama ini menjadi ganjalan utama.
Pertama adalah masa depan wilayah Donbas, di mana status wilayah yang sebagian besarnya masih diduduki oleh pasukan Rusia tetap menjadi poin paling kontroversial.
Mengutip The Kyiv Independent, Rusia dilaporkan tetap teguh pada tuntutan agar Ukraina menarik pasukannya dari seluruh wilayah Donetsk sebagai syarat penghentian perang.
Lalu yang kedua adalah gencatan senjata infrastruktur energi.
Tim perunding Ukraina dan AS mengusulkan kesepakatan untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi masing-masing.