Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Agen ICE Kembali Berulah di Minneapolis, 1 Warga Tewas Ditembak, Kerusuhan Tak Terhindarkan

Agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) kembali berulah dengan menembak seorang warga di Minneapolis pada Sabtu (24/1/2026).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Agen ICE Kembali Berulah di Minneapolis, 1 Warga Tewas Ditembak, Kerusuhan Tak Terhindarkan
YouTube FOX 9 Minneapolis-St. Paul
KERUSUHAN DI MINNEAPOLIS - Kerusuhan tengah terjadi di Minneapolis Selatan, Minnesota, Amerika Serikat (AS) setelah agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) melakukan penembakan terhadap seorang warga pada Sabtu (24/1/2026) waktu setempat. 

Frey menyebut aksi tersebut bukan lagi bagian dari penegakan hukum, melainkan sebuah bentuk invasi oleh pemerintah federal terhadap rakyatnya sendiri.

"Saya baru saja melihat video yang menunjukkan lebih dari enam agen bermasker memukuli salah satu konstituen kami dan menembaknya hingga tewas," ujar Frey dalam konferensi pers tersebut, The Guardian melaporkan.

"Berapa banyak lagi penduduk, berapa banyak lagi warga Amerika, yang harus tewas atau terluka parah agar operasi ini dihentikan?" kata Frey.

Dalam pidatonya, Frey secara langsung menantang Presiden Donald Trump untuk mengakui bahwa operasi tersebut tidak memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Ia membandingkan kehadiran agen federal di Minneapolis dengan kondisi di negara-negara konflik, yang menurutnya tidak memiliki tempat di Amerika Serikat.

"Kami telah melihat operasi semacam ini di tempat lain, di negara lain, tetapi tidak di sini, tidak di Amerika. Bukan dengan cara di mana kota besar Amerika diinvasi oleh pemerintah federalnya sendiri," tegasnya.

Frey juga membela gerakan protes warga lokal yang terjadi sehari sebelumnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, aksi yang diikuti oleh 15.000 orang tersebut berjalan dengan damai tanpa ada satu pun jendela yang pecah atau cedera yang dilaporkan.

Ia mengontraskan kedamaian pengunjuk rasa dengan kehadiran kekuatan militer federal yang justru dianggap memperlemah kepercayaan publik terhadap demokrasi dan hukum.

Baca juga: Sosok Renee Good, Ibu 37 Tahun yang Tewas di Tangan Agen ICE, Pasangannya Menangis Merasa Bersalah

Menutup pernyataannya, Wali Kota Minneapolis tersebut meminta seluruh warga untuk merefleksikan posisi mereka dalam krisis ini.

Ia menekankan bahwa ini bukan masalah partisan, melainkan masalah kemanusiaan dan tradisi Amerika dalam melindungi hak-hak warga negaranya.

"Ini bukan tentang politik partai. Ini adalah tradisi Amerika. Administrasi ini dan semua pihak yang terlibat dalam operasi ini seharusnya merenung: Apa sebenarnya yang ingin Anda capai?" tanya Frey.

Ia menegaskan jika tujuannya adalah perdamaian dan keselamatan, maka operasi tersebut justru membuahkan hasil yang sebaliknya.

Frey menutup dengan permintaan tegas agar Presiden segera menarik agen federal dari Minneapolis demi memulihkan ketenangan dan keselamatan kota.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas