Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Teka-teki Keberadaan Khamenei Saat Pasukan Tambahan AS Kepung Iran

Trump mengonfirmasi bahwa AS tengah menggerakkan kekuatan tempur laut menuju Iran. Sebagai tanggapan, Iran siaga penuh.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Willem Jonata
zoom-in Teka-teki Keberadaan Khamenei Saat Pasukan Tambahan AS Kepung Iran
Instagram
PEMIMPIN IRAN - Potret Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam sebuah unggahan di Instagram @drmasoudpezeshkian pada 22 September 2024. 

Ringkasan Berita:
  • Nasib dan keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menjadi pusat perhatian dunia
  • Presiden AS Donald Trump menyebut AS tengah menggerakkan kekuatan tempur laut menuju Iran. Situasi itu memicu ketegangan. Iran siaga penuh
  • Eskalasi ini merupakan kelanjutan dari memanasnya hubungan kedua negara setelah militer AS sempat melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025

 

TRIBUNNEWS.COM - Eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mencapai titik nadir baru menyusul ancaman Presiden Donald Trump yang mengirimkan "armada" militer besar-besaran ke wilayah Timur Tengah.

Di tengah ancaman tersebut, nasib dan keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menjadi pusat perhatian dunia.

Baca juga: AS-Iran di Pintu Perang, Maskapai Besar Eropa Batalkan Penerbangan ke Timur Tengah Termasuk Israel

Laporan dari Iran International menyebutkan bahwa Khamenei telah dipindahkan ke sebuah fasilitas bawah tanah yang dibentengi secara khusus di Teheran.

Langkah ini diambil setelah pejabat keamanan senior menilai adanya peningkatan risiko serangan langsung dari pihak AS.

Fasilitas tersebut dikabarkan memiliki jaringan terowongan yang saling terhubung untuk memastikan keamanan pemimpin tertinggi.

Rekomendasi Untuk Anda

Selama masa transisi ini, putra ketiga Khamenei, Masoud Khamenei, dilaporkan mengambil alih manajemen harian kantor pemimpin dan menjadi saluran komunikasi utama dengan jajaran eksekutif pemerintah.

Namun, narasi mengenai Khamenei yang bersembunyi di bunker segera ditepis oleh Konsul Jenderal Iran di Mumbai, Saeid Reza Mosayeb Motlagh.

Dalam wawancara eksklusif dengan NDTV, Saeid menegaskan bahwa meskipun pengamanan ditingkatkan, pemimpin mereka tidak bersembunyi.

"Negara kami telah menunjukkan kekuatan untuk menangkis segala jenis agresi. Jika ada kekuatan yang ingin bertindak ofensif, kami sepenuhnya siap membela diri dengan kekuatan penuh," tegas Saeid.

Ia menuding isu krisis internal dan persembunyian pemimpin sengaja dipicu oleh intelijen asing.

Trump: Ada Armada, Tapi Semoga Tak Digunakan

Ketegangan ini dipicu oleh pernyataan Presiden Donald Trump pada Kamis (22/1/2026), yang mengonfirmasi bahwa AS tengah menggerakkan kekuatan tempur laut menuju Iran.

"AS memiliki 'armada' yang menuju ke sana, tetapi saya berharap tidak perlu menggunakannya," ujar Trump sembari memperingatkan Teheran terkait program nuklir dan penanganan demonstran.

Pentagon telah memerintahkan kapal induk USS Abraham Lincoln beserta tiga kapal perusak pendamping untuk berlayar dari Laut China Selatan menuju Samudra Hindia.

Gugus tempur ini membawa sekitar 5.700 personel militer tambahan yang akan bergabung dengan kapal-kapal perang AS yang sudah bersiaga di Teluk Persia dan Bahrain.

Perang Habis-habisan

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas