Drone Kamikaze Geran yang Ditakuti Ukraina, Zelensky Sebut Rusia Bisa Buat 500 Unit dalam Sehari
Ukraina memproduksi 1.000 drone pencegat per hari, tetapi jumlah itu dianggap belum cukup.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Zelenskyy menyebut Rusia mampu memproduksi sekitar 500 drone Shahed rancangan Iran setiap hari.
- Ukraina memproduksi 1.000 drone pencegat per hari, tetapi jumlah itu dianggap belum cukup.
- Rusia terus mengembangkan varian Geran baru yang lebih canggih untuk menghadapi sistem pertahanan udara Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Rusia memproduksi sekitar 500 drone rancangan Iran setiap hari.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Zelenskyy berulang kali menyebut Ukraina tengah membangun 1.000 drone pencegat setiap hari.
Drone jenis quadcopter kecil itu dirancang untuk melawan pesawat nirawak musuh di udara.
"Kami memproduksinya sekitar 1.000 unit per hari," kata Zelenskyy kepada audiens di Davos.
"Kami benar-benar memproduksinya, tetapi itu tidak cukup."
"Rusia memiliki sekitar 500 drone Iran setiap hari, ditambah puluhan rudal, termasuk rudal balistik."
Istilah “drone Iran” merujuk pada keluarga amunisi jelajah Geran milik Rusia, yang sebagian besar didasarkan pada drone Shahed Iran, pesawat nirawak bersayap delta yang membawa hulu ledak eksplosif jarak jauh.
Karena kemiripan desain, Ukraina kerap menggunakan kedua nama tersebut secara bergantian.
Drone-drone ini menjadi ancaman serius bagi Ukraina, yang kerap dibombardir ratusan drone Geran dan drone umpan sekaligus dari wilayah Rusia, mengutip Business Insider.
Sebelumnya, Panglima Tertinggi Ukraina Oleksandr Syrskyi mengatakan Rusia kemungkinan menargetkan kapasitas produksi hingga 1.000 unit Geran per hari.
Ia juga menyebut Rusia saat ini sudah memproduksi sekitar 404 unit Shahed dari berbagai varian setiap hari.
Baca juga: Ukraina: Rusia Pakai Internet Starlink untuk Operasikan Drone Shahed
Meski secara jumlah Ukraina memiliki rasio sekitar dua banding satu dibanding Shahed Rusia, angka tersebut tetap belum cukup untuk melindungi seluruh wilayah udara negara itu.
Saat ini, drone pencegat masih dikendalikan pilot manusia.
Mereka harus menerbangkan quadcopter ringan, sering kali dalam angin kencang atau cuaca buruk, untuk mengejar target yang melaju lebih dari 100 mil per jam di langit terbuka.
Baca tanpa iklan