Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

PM Inggris Tiba di China untuk Temui Xi Jinping, Pengamat: AS Mulai Ditinggalkan Sekutunya

Starmer sendiri dijadwalkan bertemu dengan Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Qiang pada hari Kamis (29/1/2025)

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Suci BangunDS
zoom-in PM Inggris Tiba di China untuk Temui Xi Jinping, Pengamat: AS Mulai Ditinggalkan Sekutunya
Tangkap Layar Youtube / GBNewsOnline
STARMER DI CHINA - Tangkap layar GB News terkait momen Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, tiba di Beijing, China pada Rabu malam (28/1/2026). Starmer dijadwalkan bertemu Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Qiang pada hari Kamis (29/1/2025). 

Ringkasan Berita:
  • PM Inggris, Keir Starmer tiba di Beijing pada Rabu malam (28/1/2026) untuk memulai kunjungannya ke China untuk menemui Presiden China, Xi Jinping
  • Guna memperbaiki hubungan diplomatik dan ekonomi yang sempat tegang, Starmer juga membawa delegasi 50 pemimpin bisnis dari Inggris demi mengejar peluang pasar di China
  • Pengamat menilai para sekutu AS kini cenderung "membelot" ke China karena XI Jinping dinilai sebagai mitra yang lebih "prediktabel" dan "andal" dibandingkan Trump

TRIBUNNEWS.COM - Kedatangan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, di Beijing, China pada Rabu malam (28/1/2026) menandai babak baru dalam diplomasi ekonomi global.

Starmer sendiri mengaku kunjungannya ini merupakan upaya memperkuat hubungan politik dan bisnis antara London dengan Beijing di tengah meningkatnya ketidakpastian relasi antara negara-negara Barat dan Amerika Serikat.

Langkah Starmer untuk menggelar kunjungan ke China ini sempat menuai kritik dari sejumlah politisi Inggris dan Amerika Serikat.

Meski demikian, Starmer menegaskan bahwa Inggris harus tetap waspada terhadap potensi ancaman keamanan,

Namun di sisi lain, Starmer menilai, Inggris tidak boleh mengabaikan peluang besar yang ditawarkan oleh ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

"Tidak masuk akal jika kita bersikap acuh tak acuh dan menutup mata terhadap Tiongkok; menjalin hubungan dengan mereka adalah demi kepentingan kita," ujarnya kepada wartawan di dalam pesawat menuju ke China seperti yang dikutip dari Reuters. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini akan menjadi perjalanan yang sangat penting bagi kita dan kami akan membuat kemajuan nyata," pungkas Starmer.

Dalam kunjungannya ke China kali ini, Starmer juga akan didampingi oleh delegasi yang mencakup lebih dari 50 pemimpin bisnis Inggris.

Starmer sendiri dijadwalkan bertemu dengan Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Qiang pada hari Kamis (29/1/2025)

Setelah bertemu Xi Jinping, Starmer dikabarkan akan melanjutkan perjalanan ke Shanghai pada hari Jumat untuk melakukan pembicaraan dengan para eksekutif setempat.

Kunjungan ini dapat menandai pergeseran hubungan antara Inggris dan Tiongkok setelah bertahun-tahun diliputi ketegangan mendalam.

Sebelumnya, hubungan kedua negara sempat memburuk akibat tindakan keras Beijing terhadap kebebasan politik di Hong Kong, dukungan Tiongkok terhadap Rusia dalam perang Ukraina, serta tuduhan dari dinas keamanan Inggris bahwa Tiongkok kerap melakukan aksi mata-mata terhadap politisi dan pejabat mereka.

Ikuti Strategi Kanada

KANADA DAN CHINA - Tangkap layar pertemuan Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Presiden China Xi Jinping pada 31 Oktober 2025
KANADA DAN CHINA - Tangkap layar pertemuan Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Presiden China Xi Jinping pada 31 Oktober 2025 (Tangkap Layar Youtube / CBCNews)

Baca juga: PM Kanada Sambangi China, Mark Carney Jadikan Xi Jinping Sekutu Terdekat Gantikan Trump?

Adapun kunjungan empat hari ini merupakan yang pertama oleh perdana menteri Inggris sejak 2018, menyusul langkah serupa dari Perdana Menteri Kanada, Mark Carney pada awal tahun ini.

Sebelumnya, pada 14 Januari 2026, kunjungan pertama Carney ke China membuatnya menjadi pemimpin tertinggi Kanada pertama yang menyambangi Negeri Tirai Bambu dalam hampir satu dekade terakhir. 

Selama kunjungan Carney, kedua negara menandatangani kesepakatan ekonomi besar untuk menghapus hambatan perdagangan dan membangun hubungan strategis baru.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas