Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kanselir Jerman: Hari-hari Rezim Iran Sudah Dihitung, Tinggal Hitungan Minggu

Merz juga menyatakan dukungannya terhadap usulan Italia untuk mengklasifikasikan pasukan elite Teheran, Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kanselir Jerman: Hari-hari Rezim Iran Sudah Dihitung, Tinggal Hitungan Minggu
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
KEPULAN ASAP - Tangkap layar Khaberni, Rabu (28/1/2026) yang menunjukkan kepulan asap di sebuah lokasi di Iran. Suara ledakan dilaporkan terdengar di daerah Parchin dan Pakdasht di Teheran saat situasi memanas antara Iran dan Amerika Serikat. 

Kanselir Jerman: Hari-hari Rezim Iran Sudah Dihitung, Tinggal Hitungan Minggu
 

TRIBUNNEWS.COM - Kanselir Jerman Friedrich Merz, Rabu (28/1/2026) mengatakan kalau hari-hari rezim Iran "sudah dihitung".

Ujaran tersebut terkait eskalasi tinggi di kawasan Timur Tengah seiring persiapan Amerika Serikat (AS) menyerang Iran, kali ini dengan dalih "pergantian rezim" dan "kesepakatan nuklir".

Baca juga: Tiga Syarat AS ke Iran Kalau Teheran Tak Mau Dibombardir: Putus Dukungan Buat Hamas-Hizbullah-Houthi

 

Merz juga menyatakan dukungannya terhadap usulan Italia untuk mengklasifikasikan pasukan elite Teheran, Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris.

Merz, berbicara dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Rumania Ilie Bologan, menegaskan kalau "rezim yang hanya dapat bertahan berkuasa melalui kekerasan dan terorisme terhadap rakyatnya sendiri, hari-harinya sudah dihitung."

Dia menambahkan: "Mungkin hanya beberapa minggu, tetapi rezim ini tidak memiliki legitimasi untuk memerintah."

Rekomendasi Untuk Anda

Di sisi lain, Kanselir Jerman menyatakan dukungannya yang kuat terhadap upaya Italia untuk mendesak Uni Eropa agar mengklasifikasikan Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris.

Merz mengatakan: "Saya sangat menyesalkan bahwa ada satu atau dua negara di Uni Eropa yang masih belum siap untuk mendukung klasifikasi semacam itu."

Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani pada Senin lalu mendesak Uni Eropa untuk menetapkan Garda Revolusi Iran sebagai "organisasi teroris" menyusul penindakan berdarah terhadap demonstrasi.

Dia mengatakan akan mengusulkan ide tersebut "dalam koordinasi dengan mitra lain" pada pertemuan para mitranya dari Uni Eropa di Brussels pada hari Kamis.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa armada besar sedang menuju Iran, bergerak cepat, dengan kekuatan luar biasa dan antusiasme yang tinggi, dan dipimpin oleh kapal induk Abraham Lincoln, seraya mencatat bahwa armada tersebut lebih besar daripada yang dikirim ke Venezuela.

PEMIMPIN IRAN - Potret Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam sebuah unggahan di Instagram @drmasoudpezeshkian pada 22 September 2024.
PEMIMPIN IRAN - Potret Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam sebuah unggahan di Instagram @drmasoudpezeshkian pada 22 September 2024. (Instagram)

Seputar Rezim Iran Saat Ini

Rezim yang berkuasa di Iran sejak Revolusi Islam 1979 adalah sebuah bentuk teokrasi unik yang berbasis pada ajaran Islam Syiah.

Mengutip dari situs Iranwire, rezim Iran saat ini sering disebut sebagai Rezim Mullah. Julukan ini cukup mudah dipahami, karena sejak berdirinya Republik Iran, banyak pejabat tinggi negara, termasuk para pemimpin terdahulu dan saat ini, adalah ulama.

Pemimpin Tertinggi, saat ini dipegang Ali Khamenei, merupakan figur paling berkuasa di Iran, haruslah seorang ahli hukum Syiah.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas