Iran Bersiap Hadapi Ancaman AS, Klaim Perkuat Militer dengan 1.000 Drone Tempur
Iran perkuat pertahanan dengan 1.000 drone tempur, siap balas jika AS menyerang. Ketegangan soal nuklir kian memanas di Teluk Persia.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Tiara Shelavie
Adapun sikap keras Teheran dipicu oleh tekanan yang terus meningkat dari Amerika Serikat, yang menuntut Iran segera menyepakati kesepakatan baru terkait program nuklirnya.
Pemerintah Iran menilai tekanan tersebut bukan sekadar upaya diplomatik, melainkan bagian dari intimidasi militer yang mengancam kedaulatan negara.
Oleh karenanya pejabat militer Iran menegaskan bahwa setiap serangan akan dibalas dengan respons cepat dan terukur, memanfaatkan kemampuan pertahanan yang telah disiapkan untuk menghadapi berbagai skenario konflik.
Kesiapsiagaan ini, menurut Teheran, bertujuan memastikan bahwa biaya yang harus ditanggung pihak penyerang akan jauh lebih besar dibandingkan keuntungan strategis yang diharapkan.
Peringatan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan sepihak, namun tetap membuka peluang dialog jika dilakukan tanpa ancaman kekuatan militer.
Ketegangan yang terus berlanjut ini kian menempatkan kawasan Timur Tengah dalam situasi rawan eskalasi, di mana satu keputusan politik dapat dengan cepat berubah menjadi konfrontasi bersenjata terbuka.
(Tribunnews.com / Namira)
Baca tanpa iklan