Trump: Putin Setuju, Rusia Setop Serang Kyiv Selama Seminggu di Musim Dingin
Trump sebut Putin setuju bahwa Rusia akanmenghentikan serangan ke Kyiv selama seminggu di tengah musim dingin dan hancurnya energi Ukraina.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Trump sebut Putin setuju untuk menghentikan serangan Rusia ke kota Kyiv dan sekitarnya selama seminggu di tengah musim dingin dan hancurnya infrastruktur energi Ukraina akibat serangan Moskow beberapa pekan terakhir.
- Tidak ada pernyataan langsung dari Kremlin, tapi Trump yakin Rusia akan melakukannya setelah panggilan telepon dengan Putin.
- Zelenskyy berterima kasih kepada Amerika Serikat, berharap kesepakatan itu akan dilaksanakan dan dapat mendorong pada kesepakatan yang lebih luas.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan Presiden Rusia, Vladimir Putin setuju untuk menghentikan serangan ke Kyiv, Ukraina, selama satu minggu karena cuaca dingin yang melanda wilayah tersebut.
"Saya secara pribadi meminta Presiden Putin untuk tidak menembaki Kyiv dan kota-kota di sekitarnya selama seminggu terakhir," kata Trump dalam rapat kabinet pertamanya untuk tahun 2026 pada hari Kamis (29/1/2026).
Dalam rapat itu, Trump menyambut utusan khususnya, Steve Witkoff, untuk memberikan informasi terbaru tentang negosiasinya dengan Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina.
"Cuacanya sangat dingin, memecahkan rekor. Di sana juga, mereka mengalami kondisi yang sama. Ini adalah tumpukan besar cuaca buruk. Yang terburuk. Tapi memang benar, mereka mengatakan, mereka belum pernah mengalami cuaca dingin seperti itu," ujar Trump.
Trump melanjutkan, dia senang telah menelepon Putin meskipun ada peringatan untuk tidak "membuang-buang" panggilan presiden AS kepada pemimpin Rusia tersebut.
"Saya secara pribadi meminta Presiden Putin untuk tidak menembaki Kyiv dan berbagai kota selama seminggu, dan dia setuju untuk melakukannya," kata Trump.
"Dan harus saya katakan, saya bersikap sangat baik. Banyak orang berkata, jangan sia-siakan panggilan itu. Anda tidak akan mendapatkan kesempatan itu. Dan dia melakukannya. Dan kami sangat senang mereka melakukannya," ungkapnya.
Meski tidak ada pernyataan langsung dari Kremlin, Trump mengatakan dia yakin presiden Rusia akan mematuhi apa yang telah disepakati.
Serangan udara Rusia di Kyiv, Ukraina, melumpuhkan infrastruktur energi ibu kota negara tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Reuters melaporkan, lebih dari 1.300 gedung apartemen di ibu kota Ukraina mengalami pemadaman listrik di tengah suhu yang sangat dingin pada Senin (26/1/2026).
Serangan tersebut juga menyebabkan sebagian besar penduduk kehilangan aliran listrik dan air bersih.
Baca juga: Perundingan Rusia-Ukraina Masih Alot, AS: Masalah Donetsk Sulit Diselesaikan
Steve Witkoff mengatakan pada hari Kamis selama rapat Kabinet, negosiasi telah berjalan produktif.
"Rakyat Ukraina berharap dan mengharapkan bahwa kita akan segera mencapai kesepakatan perdamaian," kata Steve Witkoff.
Witkoff dan utusan pemerintah lainnya, termasuk menantu Trump Jared Kushner, bergabung dalam pembicaraan perdamaian trilateral pada awal Januari dengan Ukraina dan Rusia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), saat negara-negara tersebut bergerak menuju kesepakatan perdamaian yang diharapkan.
"Kami kedatangan lima jenderal Rusia Minggu lalu di Abu Dhabi bersama Jared, saya, dan Dan Driscoll. Kami rasa kami telah mencapai banyak kemajuan," kata Witkoff, lapor Fox News.
Baca tanpa iklan