Indonesia Banyak Belajar dari Sistem Kabel Bawah Laut dan Industri Listrik Jepang
Indonesia mempelajari sistem kabel bawah laut dan industri listrik Jepang untuk menata ruang laut agar lebih efisien, aman, dan terintegrasi.
Tayang:
Editor:
Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Richard Susilo
KABEL BAWAH LAUT - Dr. H. Muh. Rasman Manafi, S.P., M.Si, Asisten Deputi Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Kementrian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia. Ia mengatakan, Indonesia tengah mempelajari secara serius sistem kabel bawah tanah serta tata kelola industri kelistrikan Jepang sebagai referensi dalam penataan infrastruktur laut nasional
Seluruh proses perencanaan hingga perizinan, termasuk komunikasi dengan nelayan dan pemanfaatan ruang laut, ditangani langsung oleh pihak swasta.
“Pemerintah Jepang tidak terlibat di tahap awal. Mereka hanya menerima laporan setelah semua izin selesai. Tapi pengawasannya tetap sangat ketat,” ujarnya.
Risiko seperti gangguan kapal, bencana alam, hingga masalah pembiayaan menjadi perhatian utama. Setiap insiden wajib dilaporkan, dan kegagalan melapor dapat berujung pada pencabutan izin, terlebih jika melibatkan pihak asing.
“Struktur sistemnya sederhana, tapi berbasis kepercayaan dan tanggung jawab tinggi. Ini yang menjadi pelajaran penting bagi Indonesia,” tambah Rasman.
Berita Populer
Berita Terkini
Baca tanpa iklan