Rusia Undang Zelenskyy ke Moskow untuk Bahas Perdamaian dengan Putin
Rusia mengundang Presiden Ukraina Zelensky ke Moskow untuk perundingan perdamaian dengan Presiden Rusia Putin, Kyiv belum merespons.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Kremlin mengundang Zelenskyy untuk mengadakan pertemuan dengan Putin, membicarakan perundingan perdamaian.
- Ukraina, yang tahun lalu menolak tawaran serupa, belum menanggapi tawaran Kremlin baru-baru ini.
- Perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-1.437 ketika Zelenskyy mendukung pernyataan Trump yang menyebut Putin setuju untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Ukraina selama seminggu di tengah musim dingin.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.437 pada Jumat (30/1/2026).
Pemerintahan Rusia di Kremlin mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy ke Moskow untuk perundingan perdamaian yang diharapkan dapat mengakhiri perang Rusia dan Ukraina.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia tetap terbuka untuk pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Zelenskyy.
Ia menegaskan, Rusia membahas pertemuan potensial itu dalam beberapa kesempatan, termasuk dalam percakapan Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menjadi penengah perundingan Rusia-Ukraina.
"Kita masih membicarakan Moskow," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Kamis (29/1/2026).
Dmitry Peskov mengatakan Moskow belum menerima tanggapan atas undangannya kepada Zelenskyy untuk datang ke Moskow, menurut laporan kantor berita Interfax.
Zelenskyy menolak undangan serupa tahun lalu, dengan mengatakan ia tidak dapat pergi ke ibu kota negara yang setiap hari menembakkan rudal ke negaranya. Saat itu, ia menyarankan agar Putin datang ke Kyiv saja.
Sehari sebelumnya, ajudan utama Putin, Yury Ushakov, menegaskan kembali pertemuan dapat diatur di ibu kota Rusia.
“Presiden kami juga telah beberapa kali mengatakan kepada wartawan bahwa jika Zelensky benar-benar siap untuk bertemu, maka kami akan dengan senang hati mengundangnya ke Moskow,” katanya kepada stasiun televisi nasional Russia 1, Rabu (28/1/2026).
“Dan kami akan menjamin keselamatannya dan kondisi kerja yang diperlukan," lanjutnya.
Namun, ia menekankan pertemuan semacam itu perlu dipersiapkan dengan cermat dan berorientasi pada tujuan dengan maksud untuk menandatangani perjanjian konkret.
Baca juga: Trump: Putin Setuju, Rusia Setop Serang Kyiv Selama Seminggu di Musim Dingin
Komentar tersebut muncul beberapa hari setelah pembicaraan trilateral langsung pertama antara Rusia, AS, dan Ukraina di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).
"Negosiasi tersebut telah mengalami banyak kemajuan, dengan banyak hal baik yang terjadi antara pihak-pihak terkait," kata utusan khusus Gedung Putih Steve Witkoff dalam rapat kabinet pada hari Kamis.
Perundingan Rusia dan Ukraina, yang ditengahi AS akan dilanjutkan pada hari Minggu, 1 Februari 2026 di Abu Dhabi.
Namun, utusan khusus AS Steve Witkoff dikabarkan tidak akan menghadiri pertemuan itu, setelah ia hadir bersama menantu Trump Jared Kushner di pertemuan sebelumnya.