Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Utusan AS Temui Perwakilan Rusia, Steve Witkoff Sebut Pertemuan Produktif

Utusan Amerika Serikat Steve Witkoff mengatakan telah menggelar pembicaraan konstruktif dengan seorang utusan Rusia di Florida.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Utusan Amerika Serikat bertemu perwakilan Rusia di Florida untuk membahas perdamaian Ukraina
  • Ukraina dan Rusia dijadwalkan melanjutkan perundingan di Abu Dhabi meski ada kemungkinan penundaan.
  • Pemadaman listrik melanda Ukraina dan Moldova akibat gangguan teknis jaringan listrik.


TRIBUNNEWS.COM - 
 Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.439 pada Minggu (1/2/2026).

Utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff, mengadakan pembicaraan dengan utusan Rusia, Kirill Dmitriev, di Florida untuk membahas upaya mengakhiri perang di Ukraina.

Pertemuan ini digelar sehari sebelum Ukraina dan Rusia dijadwalkan melanjutkan pembicaraan damai di Abu Dhabi, meski Ukraina membuka kemungkinan penundaan sambil menunggu kepastian dari Amerika Serikat.

Amerika Serikat menyebut Ukraina dan Rusia hampir mencapai kesepakatan dalam pertemuan tatap muka pertama pekan lalu, namun belum sepakat soal pembagian wilayah setelah perang.

Di tengah upaya diplomasi tersebut, pemadaman listrik darurat terjadi di sejumlah kota di Ukraina dan Moldova pada Sabtu.

Pemerintah Ukraina mengatakan pemadaman disebabkan gangguan teknis pada jaringan listrik yang terhubung dengan Moldova, sehingga pasokan air terganggu dan layanan metro Kyiv sempat dihentikan.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, Rusia disebut setuju menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina selama satu pekan untuk mendukung proses perundingan, meski Ukraina menuduh Rusia mengalihkan serangan ke jalur logistik.

Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang antara Rusia dan Ukraina dimulai secara terbuka pada 24 Februari 2022, saat Rusia melancarkan serangan militer besar-besaran ke sejumlah wilayah Ukraina.

Serangan ini terjadi setelah hubungan kedua negara memburuk selama bertahun-tahun, terutama karena perbedaan sikap politik dan keamanan.

Akar konflik bermula sejak runtuhnya Uni Soviet, ketika Rusia dan Ukraina menjadi negara merdeka dengan arah kebijakan yang berbeda.

Ukraina kemudian semakin mendekat ke negara-negara Barat, termasuk Eropa dan Amerika Serikat, melalui kerja sama politik, ekonomi, dan pertahanan.

Langkah Ukraina untuk bergabung dengan NATO dan Uni Eropa dipandang Rusia sebagai ancaman terhadap keamanan dan kepentingan nasionalnya.

Ketegangan meningkat pada 2014 setelah pergantian pemerintahan di Ukraina, yang diikuti dengan pencaplokan Krimea oleh Rusia dan pecahnya konflik bersenjata di wilayah Donbas.

Upaya perdamaian sempat dilakukan melalui jalur diplomasi internasional, namun tidak membuahkan hasil jangka panjang.

Baca juga: Zelenskyy: Ketegangan AS-Iran Ancam Perundingan Rusia-Ukraina

Situasi akhirnya memuncak ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi penuh ke Ukraina pada Februari 2022.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas