Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sanae Takaichi Tak Hadir di Debat NHK, Cedera Lengan Jadi Penyebab

PM Jepang Sanae Takaichi absen mendadak dari debat NHK karena cedera lengan saat kampanye. Ketidakhadirannya memicu sorotan dan kritik oposisi

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Sanae Takaichi Tak Hadir di Debat NHK, Cedera Lengan Jadi Penyebab
HO/IST/Mainichi
ABSEN DEBAT - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi secara mendadak tidak hadir dalam program debat politik NHK Nichiyō Tōron (Debat Minggu) yang dijadwalkan tayang langsung pada Minggu (1/2/2026) pagi.  Dalam penjelasan di awal acara, disebutkan bahwa Takaichi mengalami cedera lengan saat kegiatan kampanye dan tengah menjalani perawatan 
Ringkasan Berita:
  • Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mendadak absen dari debat politik NHK Nichiyō Tōron karena mengalami cedera lengan saat kampanye 
  • Ketidakhadirannya digantikan pejabat Partai Demokrat Liberal yang menjelaskan kondisi kesehatan Takaichi dan meminta maaf kepada publik 
  • Absennya PM memicu kritik dari partai oposisi yang menilai momen debat pemimpin partai sangat krusial di masa kampanye.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO  — Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi secara mendadak tidak hadir dalam program debat politik NHK Nichiyō Tōron (Debat Minggu) yang dijadwalkan tayang langsung pada Minggu (1/2/2026) pagi. 

Dalam penjelasan di awal acara, disebutkan bahwa Takaichi mengalami cedera lengan saat kegiatan kampanye dan tengah menjalani perawatan.

Debat tersebut semula direncanakan menghadirkan para pemimpin partai secara langsung, termasuk PM Jepang Takaichi yang juga Ketua partai liberat demokrat (LDP). 

Namun, pembawa acara NHK menyampaikan bahwa pihaknya menerima pemberitahuan pada pagi hari bahwa perdana menteri tidak dapat hadir. 

Norihisa Tamura, Wakil Ketua Dewan Riset Kebijakan Partai Demokrat Liberal (LDP), hadir menggantikan Takaichi.

Tamura menjelaskan kondisi Takaichi kepada publik. Menurutnya, sejak awal masa kampanye, perdana menteri sudah merasakan nyeri ringan, yang kemudian memburuk akibat aktivitas intens selama kampanye—termasuk berjabat tangan dan mobilitas tinggi.

Baca juga: PM Sanae Takaichi Bubarkan Parlemen, Politisi Senior Jepang: Untuk Membentuk Pemerintahan Stabil

Rekomendasi Untuk Anda

“Karena memerlukan perawatan, hari ini beliau tidak dapat hadir. Kami mohon maaf,” ujar Tamura.

Absennya Takaichi memicu respons dari partai-partai oposisi. 

Akiko Oishi dari Reiwa Shinsengumi menyatakan penyesalan karena ingin menanyakan langsung kepada perdana menteri terkait laporan media tentang dugaan pembelian tiket acara penggalangan dana pada 2019 oleh organisasi yang berafiliasi dengan Family Federation for World Peace and Unification. 

Menanggapi hal itu, Tamura menegaskan tidak ada fakta yang mendukung tuduhan tersebut dan mengingatkan kehati-hatian menyampaikan isu sensitif di siaran publik pada masa kampanye.

Sementara itu, Ketua Partai Komunis Jepang Tomoko Tamura mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial X.

Ia menyebut NHK baru memberi tahu pembatalan kehadiran Takaichi 30 menit sebelum siaran langsung, dan mempertanyakan makna pemilu jika satu-satunya kesempatan debat pemimpin partai dianggapnya tidak terlaksana.

Perkembangan kondisi kesehatan Takaichi dan jadwal kampanye selanjutnya akan terus dipantau menjelang hari pemungutan suara.

Diskusi  pemilu di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas