Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Rusia Bantu Modernisasi Militer China, Kini Justru Jadi Pesaing Global

Rusia selama puluhan tahun membantu mempersenjatai China melalui penjualan pesawat, kapal, dan sistem pertahanan

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS

Ringkasan Berita:
  • Rusia selama puluhan tahun membantu mempersenjatai China melalui penjualan pesawat, kapal, dan sistem pertahanan.
  • China belajar cepat dengan meniru teknologi Rusia hingga kini semakin mandiri dan mendekati status kekuatan super.
  • Hubungan kedua negara berubah asimetris, dengan Rusia kehilangan daya tawar sementara China memperkuat dominasi regional.


TRIBUNNEWS.COM - Rusia telah membantu mempersenjatai militer China selama beberapa dekade.

Bahkan hingga saat ini, banyak desain persenjataan China menunjukkan garis keturunan teknologi Rusia.

Kini, seiring meningkatnya kekuatan China, menurunnya kekuatan Rusia, serta kembalinya persaingan kekuatan besar, muncul pertanyaan, "Apakah Rusia menciptakan pesaingnya sendiri di masa depan?".

Harrison Kass, seorang mantan trainee pilot Angkatan Udara AS sekaligus editor senior bidang pertahanan di 19FortyFive, memberikan analisisnya.

Sejarah Kerja Sama Rusia dan China

Pada 1990-an dan awal 2000-an, Rusia membutuhkan mata uang asing dan pembeli yang stabil.

Sementara itu, China membutuhkan modernisasi cepat untuk menutup kesenjangan kemampuan dengan Amerika Serikat, Jepang, dan Taiwan.

Rekomendasi Untuk Anda

Rusia dan China memiliki kepentingan bersama dalam menyeimbangkan kekuatan Amerika Serikat.

Kerja sama tersebut masuk akal pada masa itu.

Rusia menjual berbagai pesawat tempur kepada China.

Pesawat Su-27 versi dasar dijual ke China dengan lisensi dan hak perakitan.

Hal ini menghasilkan pesawat tempur turunan buatan China sendiri, yakni keluarga J-11.

Jet Su-27 Rusia yang menabrak drone Amerika Serikat MQ-9 di Laut Hitam pada Selasa (14/3/2023).
PESAWAT TEMPUR - Jet Su-27 Rusia yang menabrak drone Amerika Serikat MQ-9 di Laut Hitam pada Selasa (14/3/2023). (Vadim Savitsky/Press Office of the Defence Ministry of the Russian Federation/TASS)

Baca juga: Modernisasi Angkatan Laut China 2026, Tantang Dominasi AS di Pasifik

Rusia juga menjual varian Su-30, sehingga membantu memperkenalkan industri kedirgantaraan China pada konsep pesawat multiperan, integrasi avionik, dan penggunaan berbagai jenis senjata.

Kemudian muncul Su-35 Flanker.

Penjualan pesawat ini lebih kecil dan bersifat simbolis.

Namun, pada saat itu, China sudah memiliki proyek domestik yang relatif canggih.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas