Rusia Bantu Modernisasi Militer China, Kini Justru Jadi Pesaing Global
Rusia selama puluhan tahun membantu mempersenjatai China melalui penjualan pesawat, kapal, dan sistem pertahanan
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Rusia selama puluhan tahun membantu mempersenjatai China melalui penjualan pesawat, kapal, dan sistem pertahanan.
- China belajar cepat dengan meniru teknologi Rusia hingga kini semakin mandiri dan mendekati status kekuatan super.
- Hubungan kedua negara berubah asimetris, dengan Rusia kehilangan daya tawar sementara China memperkuat dominasi regional.
TRIBUNNEWS.COM - Rusia telah membantu mempersenjatai militer China selama beberapa dekade.
Bahkan hingga saat ini, banyak desain persenjataan China menunjukkan garis keturunan teknologi Rusia.
Kini, seiring meningkatnya kekuatan China, menurunnya kekuatan Rusia, serta kembalinya persaingan kekuatan besar, muncul pertanyaan, "Apakah Rusia menciptakan pesaingnya sendiri di masa depan?".
Harrison Kass, seorang mantan trainee pilot Angkatan Udara AS sekaligus editor senior bidang pertahanan di 19FortyFive, memberikan analisisnya.
Sejarah Kerja Sama Rusia dan China
Pada 1990-an dan awal 2000-an, Rusia membutuhkan mata uang asing dan pembeli yang stabil.
Sementara itu, China membutuhkan modernisasi cepat untuk menutup kesenjangan kemampuan dengan Amerika Serikat, Jepang, dan Taiwan.
Rusia dan China memiliki kepentingan bersama dalam menyeimbangkan kekuatan Amerika Serikat.
Kerja sama tersebut masuk akal pada masa itu.
Rusia menjual berbagai pesawat tempur kepada China.
Pesawat Su-27 versi dasar dijual ke China dengan lisensi dan hak perakitan.
Hal ini menghasilkan pesawat tempur turunan buatan China sendiri, yakni keluarga J-11.
Baca juga: Modernisasi Angkatan Laut China 2026, Tantang Dominasi AS di Pasifik
Rusia juga menjual varian Su-30, sehingga membantu memperkenalkan industri kedirgantaraan China pada konsep pesawat multiperan, integrasi avionik, dan penggunaan berbagai jenis senjata.
Kemudian muncul Su-35 Flanker.
Penjualan pesawat ini lebih kecil dan bersifat simbolis.
Namun, pada saat itu, China sudah memiliki proyek domestik yang relatif canggih.
Baca tanpa iklan