Trump Klaim India Bakal Beli Minyak Venezuela dan Tinggalkan Pasokan Iran
Trump sempat menyinggung bahwa minyak Venezuela akan menjadi substitusi pasokan minyak Iran untuk India
Penulis:
Bobby W
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump mengklaim India akan segera membeli minyak dari Venezuela sebagai alternatif pengganti pasokan dari Rusia dan Iran.
- AS disebut telah memberi lampu hijau kepada India untuk kembali mengimpor minyak Venezuela setelah sebelumnya terhenti akibat tarif dan sanksi.
- Langkah ini menandai mencairnya ketegangan AS–India, seiring penurunan impor minyak Rusia oleh India dan rencana pencabutan tarif tambahan AS.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa India akan segera membeli minyak dari Venezuela.
Langkah strategis ini dimaksudkan untuk menggantikan sebagian pasokan minyak dari Rusia dan Iran yang selama ini diimpor oleh negara konsumen minyak terbesar ketiga di dunia tersebut.
"Kami telah membuat kesepakatan itu, setidaknya konsep kesepakatannya," ujar Trump kepada awak media di atas pesawat kepresidenan Air Force One dalam perjalanan menuju kediamannya di Florida, Sabtu (31/1/2026).
Pernyataan Trump ini, memperkuat laporan Reuters pada Jumat (30/1/2026), yang menyebutkan bahwa Washington telah memberi lampu hijau kepada New Delhi untuk melanjutkan pembelian minyak mentah dari Venezuela.
Tiga sumber internal yang memahami kebijakan impor India mengonfirmasi bahwa kesepakatan ini menjadi solusi alternatif di tengah ketatnya pasar energi global.
Sebagai catatan, India sebelumnya terpaksa menghentikan impor dari Caracas sejak Maret tahun lalu.
Hal ini terjadi setelah Trump memberlakukan tarif sebesar 25 persen terhadap negara-negara yang masih bertransaksi dengan Venezuela.
Dalam keterangannya, Trump sempat menyinggung bahwa minyak Venezuela akan menjadi substitusi pasokan minyak Iran untuk India
Meski secara teknis benar, India sebenarnya sudah berhenti mengimpor minyak dari Teheran sejak 2019 akibat sanksi nuklir AS.
Ketergantungan India justru bergeser ke Rusia.
Pasca-invasi ke Ukraina pada 2022, India menjadi pembeli terbesar minyak mentah Rusia yang dijual dengan harga diskon.
Hal ini sempat memicu ketegangan dengan AS, hingga Trump sempat melipatgandakan bea masuk barang India menjadi 50 persen pada Agustus lalu sebagai upaya menekan New Delhi agar menjauhi Moskow.
Baca juga: 2 Syarat Trump untuk Teheran, Iran Tuntut Diplomasi Bermartabat Berdamai dengan AS
Sinyal Membaiknya Hubungan Diplomatik
Ketegangan antara AS dan India tersebut, kini bisa dikatakan mulai mencair.
Awal tahun ini, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberikan sinyal bahwa tarif tambahan 25 persen pada produk India kemungkinan besar akan dicabut.
Baca tanpa iklan