Viral Pengusaha Ganja Asal Rusia Ditemukan Tewas Dimutilasi di Thailand
Motif pembunuhan brutal di Thailand ini diduga kuat berakar dari perselisihan utang piutang dalam bisnis ganja yang berakhir gagal.
Penulis:
Bobby W
Editor:
Suci BangunDS
Tragedi ini bermula dari kekhawatiran sang ibu, Olga Lazabenko (51), yang terbang langsung dari Rusia ke Thailand pada 8 Januari lalu untuk melaporkan hilangnya Mikhail.
Sebelum menghilang, Mikhail diketahui sempat menerima pesan ancaman melalui aplikasi percakapan dari sesama warga Rusia terkait sengketa utang sebesar 120.000 dolar AS atau sekitar Rp1,9 miliar.
Mikhail bahkan sempat membagikan lokasinya dan menyatakan ketakutan akan keselamatannya saat hendak bertemu rekan bisnis untuk membahas investasi sambil membawa uang tunai 10.000 dolar AS.
Motif pembunuhan brutal ini diduga kuat berakar dari perselisihan utang piutang dalam bisnis ganja yang berakhir gagal.
Bukti elektronik yang dikantongi polisi mengungkap ancaman yang sangat eksplisit, di mana pelaku mengancam akan memanfaatkan organ tubuh korban jika utang tersebut tidak segera dilunasi.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pelaku lain, baik warga asing maupun warga lokal yang terafiliasi dengan jaringan ini.
Polisi kini tengah memburu kemungkinan adanya pelaku lain, baik warga lokal maupun warga asing lainnya yang terlibat dalam jaringan ini.
Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan di kalangan ekspatriat di kawasan Pattaya.
Baca juga: Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Ganja 83 Kg di Bekasi, Tiga Tersangka Ditangkap
Sejak ganja dilegalkan di Thailand pada tahun 2022, sektor ini memang menarik minat investor asing secara masif.
Namun, di balik potensi keuntungannya, industri ini juga memicu persaingan keras, penipuan, hingga kekerasan ekstrem ketika kesepakatan bisnis berujung kegagalan.
Polisi meminta masyarakat yang memiliki informasi tambahan terkait aktivitas Mikhail sebelum tewas untuk segera melapor guna mengungkap jaringan kriminal transnasional yang mungkin berada di balik kasus ini.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan