Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Viral Pengusaha Ganja Asal Rusia Ditemukan Tewas Dimutilasi di Thailand

Motif pembunuhan brutal di Thailand ini diduga kuat berakar dari perselisihan utang piutang dalam bisnis ganja yang berakhir gagal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bobby W
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Viral Pengusaha Ganja Asal Rusia Ditemukan Tewas Dimutilasi di Thailand
Kolase Tribunnews
WNA RUSIA DIMUTILASI - Kolase Gambar Pattaya news dan Thairath terkait kasus mutilasi WNA Rusia yang jasadnya ditemukan Minggu (1/2/2026) di Kecamatan Bang Lamung, Provinsi Chonburi. Motif pembunuhan brutal di Thailand ini diduga berakar dari perselisihan utang piutang dalam bisnis ganja yang berakhir gagal. 
Ringkasan Berita:
  • Pengusaha ganja asal Rusia, Mikhail Emelianov (30), ditemukan tewas dimutilasi dalam lima lubang terpisah di lahan kosong kawasan Chonburi, Thailand, setelah hilang selama 23 hari.
  • Lokasi jasad berhasil ditemukan pada Minggu (1/2/2026) setelah polisi menangkap pelaku yang juga seorang WNA di Bangkok
  • Pembunuhan brutal ini diduga dipicu oleh perselisihan bisnis ganja dan utang sebesar 120.000 dolar AS (sekitar Rp1,9 miliar), yang disertai ancaman kekerasan melalui pesan elektronik

 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah kasus pembunuhan brutal mengguncang kawasan wisata Pattaya, Thailand.

Pada Minggu (1/2/2026) pukul 16.00 waktu setempat, kepolisian menemukan jasad seorang pria berkewarganegaraan Rusia dalam kondisi mengenaskan.

Tubuh korban dipotong-potong menjadi beberapa bagian dan dikubur secara terpisah di lima titik berbeda.

Penemuan ini berlokasi di sebuah lahan kosong dekat area kolam di Soi Phatthanakan 4, Desa Nong Prue, Kecamatan Bang Lamung, Provinsi Chonburi.

Identitas korban diyakini kuat adalah sosok Mikhail Emelianov (30), seorang pengusaha muda yang menetap di Pattaya.

Mikhail sendiri merupakan pemilik toko ganja dengan nama "King Cannabis" di Pattaya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sosok yang lahir pada 21 November 1995 ini, dikenal aktif dalam berbagai investasi serta kemitraan bisnis ganja yang sedang menjamur di Thailand.

Sebelum ditemukan tak bernyawa, Mikhail dilaporkan hilang secara misterius sejak 7 Januari 2026.

Penemuan jasadnya terjadi tepat 23 hari setelah kontak terakhirnya dengan keluarga.

Kronologi Kejadian

Terjawabnya misteri kematian Mikhail berhasil diungkap setelah Kepolisian Resor Chonburi berhasil meringkus tersangka utama di wilayah Bangkok.

Dari mulut tersangka yang juga merupakan warga negara asing inilah, terungkap lokasi persembunyian jasad korban yang ternyata telah dimutilasi secara sadis.

Berdasarkan keterangan pelaku, polisi kemudian melakukan penyisiran intensif di sebuah lahan kosong seluas 4 hektar dekat kolam di kawasan Soi Phatthanakan 4.

Baca juga: Polda Metro Jaya Amankan 4 Pengedar Ganja di Kemayoran, Sita Barang Bukti 17 Kg

Di lokasi yang ditunjukkan oleh tersangka tersebut, polisi menemukan jasad Mikhail ditemukan dalam kondisi terpotong-potong menjadi beberapa bagian yang dikubur secara terpisah di lima lubang berbeda dengan jarak hanya 1 hingga 2 meter satu sama lain.

Beberapa potongan tubuh ditemukan dalam kantong plastik hitam, sementara bagian lainnya masih terbalut pakaian lengkap berupa kaus hitam dan celana hijau muda, sesuai dengan deskripsi terakhir saat korban menghilang.

PEMUSNAHAN GANJA - Tim gabungan musnahkan ladang ganja seluas 51,75 hektare yang tersebar pada 26 titik di tiga kecamatan di Kabupaten Gayo Lues, Aceh
PEMUSNAHAN GANJA - Tim gabungan musnahkan ladang ganja seluas 51,75 hektare yang tersebar pada 26 titik di tiga kecamatan di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. (Tribunnews.com/IST)

Tragedi ini bermula dari kekhawatiran sang ibu, Olga Lazabenko (51), yang terbang langsung dari Rusia ke Thailand pada 8 Januari lalu untuk melaporkan hilangnya Mikhail.

Sebelum menghilang, Mikhail diketahui sempat menerima pesan ancaman melalui aplikasi percakapan dari sesama warga Rusia terkait sengketa utang sebesar 120.000 dolar AS atau sekitar Rp1,9 miliar. 

Mikhail bahkan sempat membagikan lokasinya dan menyatakan ketakutan akan keselamatannya saat hendak bertemu rekan bisnis untuk membahas investasi sambil membawa uang tunai 10.000 dolar AS.

Motif pembunuhan brutal ini diduga kuat berakar dari perselisihan utang piutang dalam bisnis ganja yang berakhir gagal.

Bukti elektronik yang dikantongi polisi mengungkap ancaman yang sangat eksplisit, di mana pelaku mengancam akan memanfaatkan organ tubuh korban jika utang tersebut tidak segera dilunasi.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pelaku lain, baik warga asing maupun warga lokal yang terafiliasi dengan jaringan ini.

Polisi kini tengah memburu kemungkinan adanya pelaku lain, baik warga lokal maupun warga asing lainnya yang terlibat dalam jaringan ini.

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan di kalangan ekspatriat di kawasan Pattaya.

Baca juga: Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Ganja 83 Kg di Bekasi, Tiga Tersangka Ditangkap

PEREDARAN GANJA - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus peredaran narkotika jenis ganja di sekitar kawasan Duren Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (6/1/2025). Tiga tersangka diamankan dengan total barang bukti mencapai 83 kilogram.
PEREDARAN GANJA - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus peredaran narkotika jenis ganja di sekitar kawasan Duren Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (6/1/2025). Tiga tersangka diamankan dengan total barang bukti mencapai 83 kilogram. (HO/IST/HO/Polda Metro Jaya)

Sejak ganja dilegalkan di Thailand pada tahun 2022, sektor ini memang menarik minat investor asing secara masif.

Namun, di balik potensi keuntungannya, industri ini juga memicu persaingan keras, penipuan, hingga kekerasan ekstrem ketika kesepakatan bisnis berujung kegagalan.

Polisi meminta masyarakat yang memiliki informasi tambahan terkait aktivitas Mikhail sebelum tewas untuk segera melapor guna mengungkap jaringan kriminal transnasional yang mungkin berada di balik kasus ini.

(Tribunnews.com/Bobby)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas