Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemerintah Indonesia Ubah Istilah Pendudukan Jepang Jadi Penjajahan

Pemerintah Indonesia merevisi istilah periode Jepang 1942–1945 dalam buku sejarah, dari “pendudukan” menjadi “penjajahan”.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pemerintah Indonesia Ubah Istilah Pendudukan Jepang Jadi Penjajahan
Tribunnews.com/dok pribadi
PERUBAHAAN ISTILAH - Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum., kelahiran Blora, 26 Juni 1964, adalah seorang sejarawan Indonesia dan profesor sejarah maritim di Universitas Diponegoro. Ia dikenal luas melalui penelitiannya mengenai jaringan perdagangan Laut Jawa dan identitas budaya maritim Indonesia, serta perannya dalam memajukan moderasi antarumat beragama dan literasi sejarah nasional Dok. Pribadi 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Indonesia akan mengubah penyebutan periode pemerintahan militer Jepang 1942–1945 dalam buku sejarah nasional dari “pendudukan” menjadi 'penjajahan' 
  • Tim ahli menilai istilah baru lebih akurat karena mencerminkan pencabutan kedaulatan, eksploitasi, dan kekerasan yang dialami rakyat Indonesia 
  • Revisi ini diharapkan menghadirkan narasi sejarah dari sudut pandang pihak tertindas dan menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan, bukan pemberian asing

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Pemerintah Indonesia akan merevisi penyebutan periode pemerintahan militer Jepang pada masa Perang Dunia II dalam buku sejarah nasional. 

Dalam edisi terbaru yang segera dipublikasikan, periode 1942–1945 yang sebelumnya disebut sebagai “pendudukan” akan diubah menjadi “penjajahan”, istilah yang dinilai memiliki makna lebih tegas dan negatif.

Perubahan ini diungkap oleh tim ahli yang memimpin revisi buku sejarah. 

Salah satu ketua tim, Singgih Tri Sulistiyono, profesor dari Diponegoro University, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil karena pemerintahan Jepang kala itu menunjukkan ciri-ciri kolonialisme, seperti pencabutan kedaulatan, eksploitasi ekonomi, serta pemaksaan tenaga kerja terhadap penduduk lokal.

Menurut Singgih, dalam bahasa Indonesia istilah “pendudukan” tidak selalu bermakna sepenuhnya negatif dan bahkan dapat memiliki nuansa netral atau positif. 

Rekomendasi Untuk Anda

Sebaliknya, istilah “penjajahan” secara tegas menggambarkan pengalaman penderitaan, kekerasan, dan penindasan yang dialami masyarakat. 

Baca juga: Isu Orang Asing Menguat dalam Perebutan Kursi DPR Jepang

Olehkarena itu, penyebutan “penjajahan” dinilai lebih akurat dalam merepresentasikan pengalaman sejarah rakyat Indonesia.

Dalam buku sejarah yang digunakan saat ini, masa kolonial Belanda disebut sebagai penjajahan, sementara periode Jepang disebut sebagai pendudukan. 

Narasi tersebut juga mencantumkan sejumlah dampak yang dianggap berkontribusi secara tidak langsung pada perjuangan kemerdekaan, seperti pelibatan pemuda Indonesia dalam organisasi militer Jepang dan pengenalan nilai-nilai tertentu yang kemudian dimanfaatkan dalam perang kemerdekaan.

Namun, Singgih menegaskan bahwa meskipun penguasa berganti dari Barat ke Asia, pengalaman rakyat pada dasarnya tetap sama yaitu  penaklukan, pemaksaan, dan kekerasan. 

Dengan perubahan istilah ini, sejarah Indonesia diharapkan dapat dibaca kembali dari sudut pandang pihak yang tertindas, bukan dari perspektif penguasa.

Kebijakan tersebut juga dinilai sejalan dengan pandangan Presiden Prabowo Subianto, yang selama ini kerap menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah dari kekuatan asing, melainkan hasil dari pengalaman panjang ketidakadilan dan perjuangan rakyat.

Pemerintah Indonesia saat ini melibatkan lebih dari 120 pakar dalam proyek revisi buku sejarah nasional. Publikasi awalnya ditargetkan bertepatan dengan peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia, namun mengalami keterlambatan. 

Pemerintah menargetkan hasil revisi tersebut dapat diumumkan dalam waktu dekat bulan ini.

Diskusi  sejarah di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas