Nama Keluarga Clinton Kembali Mencuat di Epstein Files, Ungkap Kedekatan dengan Sang Predator
Nama keluarga mantan Presiden AS Bill Clinton kembali mencuat di Epstein Files. Terungkap kedekatannya dengan sang predator seks.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Para aktivis perlindungan korban berharap pengungkapan ini dapat membawa keadilan bagi para penyintas dan memberikan gambaran utuh mengenai bagaimana jaringan perdagangan seks tersebut dapat beroperasi di tingkat elit global selama bertahun-tahun.
Pengungkapan terbaru ini diprediksi akan menjadi amunisi politik di Washington, mengingat pengaruh besar yang masih dimiliki keluarga Clinton di dalam Partai Demokrat, serta situasi politik AS yang kian memanas menjelang siklus pemilu mendatang.
Mantan Menteri Inggris Ikut Terseret
Tak hanya keluarga Clinton, mantan menteri pemerintahan Inggris, Peter Mandelson ikut terseret dalam kasus Epstein Files ini.
Akibat skandal tersebut, Mandelson mengundurkan diri sebagai anggota Partai Buruh Perdana Menteri Keir Starmer.
Mandelson, yang pernah menjabat sebagai menteri di era Tony Blair, menyatakan bahwa keputusannya ini diambil demi menjaga integritas partai dan mencegah gangguan terhadap fokus pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer.
Mengutip Reuters, laporan yang pertama kali dirilis oleh sejumlah media Inggris menyebutkan adanya bukti-bukti baru mengenai frekuensi dan sifat komunikasi antara Mandelson dan Epstein yang sebelumnya tidak terungkap ke publik.
Baca juga: Dokumen Jeffrey Epstein Dirilis, Tokoh Elite AS Termasuk Bill Gates dan Elon Musk Disorot
Meskipun Mandelson secara konsisten membantah melakukan kesalahan atau mengetahui tindak kriminal yang dilakukan Epstein, tekanan publik dan internal partai terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Dalam pernyataan resminya, Mandelson mengakui bahwa masa lalunya telah menjadi beban bagi partai.
"Saya tidak ingin hubungan pribadi saya di masa lalu menjadi senjata yang digunakan lawan untuk menyerang pemerintahan Partai Buruh yang sedang bekerja keras bagi rakyat Inggris," ungkapnya.
Pengunduran diri ini menjadi pukulan telak bagi Partai Buruh.
Mandelson selama ini dikenal sebagai arsitek di balik kesuksesan "New Labour" dan masih dianggap sebagai salah satu penasihat paling berpengaruh di lingkaran dalam partai.
Juru bicara Partai Buruh menyatakan bahwa partai menghormati keputusan Mandelson.
"Kami menerima pengunduran diri ini dan berterima kasih atas dedikasi beliau selama puluhan tahun, namun fokus kami tetap pada masa depan negara," ujar juru bicara tersebut.
(Tribunnews.com/Whiesa)