Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

5 Populer Internasional: Viral Turis di China Diterkam Macan Tutul - Potensi Serangan ke Iran

Kompilasi berita populer internasional hari ini: insiden turis diterkam macan tutul salju hingga potensi serangan ke Iran.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
  • Seorang turis di China diterkam macan tutul salju setelah berselfie dan mengalami luka serius.
  • Iran membantah klaim Donald Trump soal ultimatum nuklir dan menegaskan tetap membuka jalur diplomasi.
  • Israel meningkatkan kesiapsiagaan militer karena potensi serangan terhadap Iran semakin nyata.


TRIBUNNEWS.COM - Rangkuman berita populer internasional, di antaranya foto selfie viral seorang turis sebelum diterkam macan tutul salju.

Di sisi lain, ketegangan di Timur Tengah kembali terasa saat Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, mengungkapkan bahwa situasi saat ini berada dalam fase penuh ketidakpastian, di tengah indikasi kemungkinan serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran.

Simak berita selengkapnya.

1. Viral Turis di China Diterkam Macan Tutul Hanya Beberapa Saat Setelah Selfie

Sebuah foto viral di media sosial memperlihatkan seorang wanita berselfie bersama seekor macan tutul salju.

Namun, tak lama setelah foto itu diambil, hewan tersebut menerkam wanita tersebut.

Dilaporkan Daily Mail, wanita itu mengalami luka serius akibat serangan macan tutul salju.

Kejadian itu terjadi di Desa Talat, Geopark Global UNESCO Keketuohai, wilayah Fuyun, China utara, sekitar pukul 19.00 pada 27 Januari 2025.

Rekomendasi Untuk Anda

Foto dan video kejadian tersebut mulai beredar di media sosial pada awal Februari.

Salah satu unggahan foto dan video di akun X bernama @TaraBull telah dilihat lebih dari 3,3 juta kali.

Laporan setempat menyebutkan insiden itu terjadi ketika wanita tersebut, yang sedang bermain ski, mendekati hewan liar tersebut dan mengambil foto saat perjalanan kembali ke hotelnya.

Foto selfie menunjukkan wanita itu tersenyum saat macan tutul berjongkok tepat di belakangnya di atas salju.

Rekaman video yang diambil beberapa saat kemudian memperlihatkan turis tersebut terjatuh di bawah macan tutul di salju yang tebal.

Ia kemudian ditolong oleh orang-orang di sekitarnya, sambil memegangi wajahnya yang berlumuran darah.

Meski telah diperingatkan sehari sebelumnya oleh pihak berwenang setelah hewan tersebut terlihat di kawasan itu, pemain ski tersebut tetap mendekati macan tutul.

Ia dilaporkan kesulitan mendapatkan sudut yang tepat untuk mengambil foto.

VIRAL - Tangkap layar foto selfie detik-detik sebelum seorang wanita diterkam macan tutup salju.
VIRAL - Tangkap layar foto selfie detik-detik sebelum seorang wanita diterkam macan tutup salju. (Tangkapan layar media sosial)

Untungnya, pemain ski tersebut terhindar dari cedera yang lebih serius berkat helm yang dikenakannya. 

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. Iran Angkat Bicara, Tegaskan Tak Pernah Terima Ultimatum Perundingan Nuklir dari Trump

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran secara tegas membantah klaim Presiden AS Donald Trump terkait ultimatum perundingan nuklir.

Pemerintah Iran menegaskan tidak pernah menerima tenggat waktu ataupun ancaman resmi dari Washington untuk memulai kembali pembicaraan nuklir.

Bantahan tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers pada Senin (2/2/2026).

“Iran merupakan negara yang selalu bertindak dengan kejujuran dan keseriusan dalam proses diplomatik, tetapi tidak pernah menerima ultimatum,” tegas Baghaei, seperti dikutip dari Mint.

Adapun bantahan ini diungkap menanggapi pernyataan Trump yang sebelumnya mengklaim telah memberikan ultimatum kepada Teheran disertai ancaman aksi militer.

Dimana Trump secara terbuka menyatakan bahwa Amerika Serikat telah menyiapkan opsi militer jika Iran tidak bersedia mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya. 

Dalam beberapa kesempatan, ia menyebut pengerahan “armada besar” seperti kapal induk, kapal perusak berpeluru kendali, pesawat tempur, serta sistem pertahanan udara dan rudal ke kawasan Teluk Persia sebagai bagian dari upaya menekan Teheran.

Iran Jajaki Jalur Diplomatik

Meski membantah ultimatum, Iran menegaskan tetap membuka peluang diplomasi untuk meredakan ketegangan dengan Amerika Serikat.

Baghaei menegaskan bahwa jalur perundingan masih terbuka, dengan catatan proses tersebut harus dilakukan tanpa tekanan maupun ancaman militer.

Ia menyebutkan bahwa Teheran saat ini tengah menelaah sejumlah opsi diplomatik yang melibatkan negara-negara regional sebagai perantara dalam pertukaran pesan antara Iran dan Amerika Serikat.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Megawati dan Dubes Judha Berdialog 1,5 Jam di KBRI UAE: Persoalan WNI hingga Geopolitik Timur Tengah

Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo, mengunjungi Kedutaan Besar RI untuk Uni Emirat Arab (UEA), di Abu Dhabi, Senin (2/2/2026) sore waktu setempat. 

ZAYED AWARD - Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab, Judha Nugraha di KBRI UEA, Jalan Al Yaqout, Al Rawdah, Abu Dhabi, Senin (2/2/2026).
ZAYED AWARD - Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab, Judha Nugraha di KBRI UEA, Jalan Al Yaqout, Al Rawdah, Abu Dhabi, Senin (2/2/2026). (HO/IST/Dok. PDIP/Monang Sinaga)

Megawati tiba sekitar pukul 16.37 waktu setempat di KBRI yang terletak di satu kawasan kompleks kedutaan berbagai negara, di Jalan Al Yaqout, Al Rawdah, Abu Dhabi.

Ketibaan Megawati disambut oleh Duta Besar RI untuk UEA, Judha Nugraha dan jajaran staf KBRI. 

Dalam momen kunjungan ini, turut mendampingi Ketua DPP PDIP bidang Luar Negeri Ahmad Basarah dan Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi.

Megawati juga menyalami satu per satu jajaran staf KBRI yang menyambut ketibaannya, dan memberi kesempatan foto bersama. 

Dalam kunjungan ini Judha mengajak Megawati dan rombongan berkeliling meninjau ruang pelayanan publik. 

Putri sang proklamator banyak menerima penjelasan dari Dubes Judha soal bagaimana pelayanan KBRI UEA kepada warga negara Indonesia (WNI) yang memerlukan bantuan.

Selanjutnya Judha mengajak Megawati dan rombongan untuk berbincang di rumah dinas Dubes RI yang terletak persis di sebelah kantor KBRI. 

Mereka berdialog selama satu setengah jam, membahas berbagai topik. Dialog yang dimulai pukul 17.00 waktu setempat, berakhir sekitar pukul 18.25.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. MC-130J AS Mendarat di Azerbaijan, Sinyal Operasi Khusus Washington Mengunci Iran dari Utara?

Kedatangan pesawat khusus operasi militer Amerika Serikat (AS) jenis MC-130J Commando II di Baku, Azerbaijan, pada 29 Januari 2026, jadi sinyal kuat terhadap potensi digelarnya operasi khusus Washington di dekat Iran

Penerbangan yang dilakukan tanpa transponder aktif ini memunculkan spekulasi serius mengenai perencanaan kontinjensi rahasia serta risiko eskalasi konflik di kawasan yang kian tidak stabil.

Pesawat MC-130J Commando II adalah varian khusus dari C-130J Super Hercules yang dirancang untuk mendukung operasi militer rahasia dan pasukan khusus Amerika Serikat.

Pesawat ini digunakan oleh Air Force Special Operations Command (AFSOC) dan memiliki kemampuan melakukan infiltrasi, eksfiltrasi, serta pengisian bahan bakar udara bagi helikopter dan pesawat tempur dalam misi jarak jauh.

Dilengkapi dengan sistem avionik canggih, sensor malam, serta perlengkapan pertahanan diri, MC-130J mampu beroperasi di wilayah berisiko tinggi dengan minim deteksi.

Pesawat Angkatan Udara AS tersebut dilaporkan terbang langsung dari fasilitas militer AS di Inggris—seperti RAF Mildenhall atau RAF Fairford—menuju Azerbaijan. 

Rute ini dinilai sebagai perhitungan operasional matang karena menghindari wilayah udara sensitif secara politik, namun tetap berada dekat infrastruktur yang selaras dengan NATO dan mampu mendukung operasi khusus tanpa memicu eskalasi diplomatik terbuka.

Data pelacakan penerbangan berbasis sumber terbuka menunjukkan adanya pemadaman transponder pada beberapa segmen penerbangan. 

Praktik ini lazim digunakan dalam misi sensitif yang berkaitan dengan perencanaan darurat, pengintaian, atau penempatan awal kekuatan, dan bukan sekadar penerbangan latihan atau logistik rutin.

Pengamatan OSINT juga mencatat kehadiran helikopter MH-60 Black Hawk dan MH-47G Chinook milik Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160.

Dalam konfigurasi ini, MC-130J berfungsi sebagai simpul utama untuk pengisian bahan bakar, dukungan logistik, serta penyusupan pasukan secara senyap dalam jarak operasi yang jauh.

BACA SELENGKAPNYA >>>

5. Sinyal Perang Kian Nyata, Jendral Israel Matangkan Skenario Serangan ke Iran

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat seiring munculnya sinyal kuat potensi eskalasi militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, mengungkapkan bahwa situasi saat ini berada dalam fase penuh ketidakpastian, di tengah indikasi kemungkinan serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran.

Pernyataan tersebut memperkuat spekulasi bahwa Israel tengah mematangkan berbagai skenario militer sebagai respons atas dinamika keamanan regional yang terus memburuk.

Sumber-sumber keamanan Israel menyebutkan bahwa skenario yang disiapkan mencakup respons terhadap serangan langsung Iran, baik melalui peluncuran rudal balistik, pesawat tak berawak, maupun serangan siber.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) saat ini berada dalam status kesiapsiagaan tinggi, dengan fokus utama pada penguatan sistem pertahanan udara untuk melindungi wilayah sipil dan infrastruktur vital dari kemungkinan serangan jarak jauh.

Selain opsi pertahanan, mengutip dari Al Arabiya, Israel juga mempertimbangkan langkah ofensif terbatas maupun berskala luas.

Skenario tersebut meliputi kemungkinan serangan balasan terhadap target militer strategis Iran, baik secara langsung maupun melalui operasi tidak langsung di kawasan.

Opsi ini dinilai berisiko memicu eskalasi regional, namun tetap masuk dalam perencanaan militer sebagai bentuk pencegahan dan tekanan strategis.

Israel juga menaruh perhatian besar pada potensi keterlibatan kelompok-kelompok proksi Iran di kawasan, termasuk di Lebanon dan Suriah.

Dalam skenario ini, Tel Aviv menyiapkan langkah untuk menekan ancaman dari berbagai front sekaligus, guna mencegah terbukanya medan konflik yang lebih luas.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas