Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mengenal 41 Jenis Hantavirus: Virus Andes yang Menyebar di Kapal Pesiar, Seoul yang Ada di Indonesia

Hingga 2017, terdapat 41 spesies hantavirus yang telah diakui secara resmi di dunia. Virus Andes dan virus Seoul menjadi sorotan

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan

Ringkasan Berita:
  • Hingga 2017, terdapat 41 spesies hantavirus yang telah diakui secara resmi di dunia.
  • Virus Andes menjadi perhatian karena menyebar di kapal pesiar MV Hondius dan dapat menular antarmanusia.
  • Di Indonesia, mayoritas kasus hantavirus disebabkan oleh Seoul virus yang ditularkan melalui tikus rumah.


TRIBUNNEWS.COM - Hantavirus merupakan kelompok besar virus yang menyebar tanpa gejala pada hewan pengerat, pemakan serangga, dan kelelawar, tetapi terkadang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.

Hantavirus termasuk dalam genus Orthohantavirus, famili Hantaviridae, dan ordo Bunyavirales.

Beberapa jenis hantavirus cenderung menyebabkan penyakit ringan dengan tingkat kesembuhan tinggi.

Namun, ada juga yang dapat menyebabkan penyakit serius dengan tingkat kematian mencapai 30 persen atau lebih.

Infeksi hantavirus pada manusia cukup umum ditemukan di beberapa wilayah Asia, Eropa, dan Amerika Selatan, tetapi lebih jarang terjadi di Amerika Utara.

Mengutip publikasi bersama yang disusun oleh The Center for Food Security & Public Health (CFSPH), Institute for International Cooperation in Animal Biologics (IICAB), Iowa State University, World Organisation for Animal Health, dan USDA yang diterbitkan pada 2018, hingga tahun 2017 terdapat 41 spesies hantavirus yang telah diakui secara resmi.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, masih terdapat perdebatan mengenai virus mana yang layak dikategorikan sebagai spesies berbeda.

Sejumlah virus lain juga telah ditemukan meski belum diklasifikasikan.

Berbagai jenis hantavirus umumnya dikaitkan dengan dua sindrom klinis utama pada manusia, yaitu demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS) dan sindrom paru atau kardiopulmoner hantavirus (HPS).

Meski demikian, pembagian tersebut tidak bersifat mutlak. Virus yang biasanya dikaitkan dengan HFRS juga dapat berhubungan dengan HPS, begitu pula sebaliknya.

Beberapa hantavirus tidak diketahui bersifat patogen bagi spesies apa pun.

KEWASPADAAN - Kasus virus hanta yang dilaporkan di kapal pesiar internasional dan sejumlah negara menjadi perhatian, termasuk di Indonesia. Data kasus Kemenkes RI 2024-2026 ada 23 kasus positif, 3 Kematian, tersebar di 9 provinsi, 2 kasus suspek terbaru (DKI Jakarta dan DI Yogyakarta). TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA
KEWASPADAAN - Kasus virus hanta yang dilaporkan di kapal pesiar internasional dan sejumlah negara menjadi perhatian, termasuk di Indonesia. Data kasus Kemenkes RI 2024-2026 ada 23 kasus positif , 3 Kematian , tersebar di 9 provinsi , 2 kasus suspek terbaru (DKI Jakarta dan DI Yogyakarta). TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA (TRIBUNNEWS/Akbar Permana)

Mengutip publikasi tersebut, berikut daftar hantavirus yang terutama berasosiasi dengan HPS beserta jenis inangnya:

  1. Andes virus – Oligoryzomys longicaudatus (tikus padi kerdil berekor panjang)
  2. Andes Central Plata virus (varian Andes virus) – Oligoryzomys nigripes, O. nasutus, O. flavescens
  3. Araraquara virus (varian Andes virus) – Necromys lasiurus
  4. Bermejo virus (varian Andes virus) – Oligoryzomys chacoensis
  5. Castelo des Sonhos virus (varian Andes virus) – Oligoryzomys moojeni, O. utiaritensis
  6. Juquitiba virus (varian Andes virus) – Oligoryzomys nigripes
  7. Lechiguanas virus (varian Andes virus) – Oligoryzomys flavescens
  8. Maciel virus (varian Andes virus) – Necromys benefactus
  9. Oran virus (varian Andes virus) – Oligoryzomys longicaudatus, O. chacoensis
  10. Paranoa virus – inang belum diketahui
  11. Tunari virus – inang belum diketahui
  12. Bayou virus – Oryzomys palustris (tikus padi)
  13. Black Creek Canal virus – Sigmodon hispidus (tikus kapas)
  14. Cano Delgadito virus – Sigmodon alstoni
  15. Choclo virus – Oligoryzomys fulvescens (tikus padi kerdil fulvous)
  16. Laguna Negra virus – Calomys laucha, Calomys callidus
  17. Muleshoe virus – Sigmodon hispidus (tikus kapas)
  18. Rio Mamore virus – Oligoryzomys microtis (tikus padi kerdil bertelinga kecil)
  19. Anajatuba virus (varian Rio Mamore virus) – Oligoryzomys fornesi
  20. Maripa virus (varian Rio Mamore virus) – inang belum diketahui
  21. Sin Nombre virus – Peromyscus maniculatus (tikus rusa)
  22. Monongahela virus (varian Sin Nombre virus) – Peromyscus maniculatus
  23. New York virus (varian Sin Nombre virus) – Peromyscus maniculatus dan P. leucopus (tikus berkaki putih)

Virus Hanta yang Diketahui atau Diduga Menyebabkan HFRS atau Penyakit Demam Nonspesifik

  1. Amur Soochong virus – Apodemus peninsulae
  2. Bowe virus – Crocidura douceti (Tikus kesturi Doucet)
  3. Dobrava-Belgrade virus – Apodemus flavicollis dan A. ponticus
  4. Saaremaa virus – Apodemus agrarius (tikus lapangan bergaris)
  5. Gou virus – Rattus rattus, R. flavipectus, R. norvegicus, Apodemus sp.
  6. Hantaan virus – Apodemus agrarius
  7. Puumala virus – Myodes glareolus (tikus sawah)
  8. Sangassou virus – Hylomyscus simus (Tikus kayu Afrika)
  9. Seoul virus – Rattus norvegicus, R. rattus, R. flavipectus, R. losea, R. nitidus
  10. Thailand virus – Bandicota indica (tikus bandicoot)
  11. Thottapalayam virus – Suncus murinus (tikus kesturi)
  12. Tula virus – berbagai jenis vole dan lemming
  13. Uluguru virus – Myosorex geata (Tikus Geata)

Beberapa jenis hantavirus tidak bernama. Beberapa hantavirus juga tidak diketahui bersifat patogen bagi spesies apa pun.

Baca juga: Beda dari Flu! Ahli Bongkar Cara Strain Andes Hantavirus Menular Antarmanusia di Kapal MV Hondius

Andes dan Seoul

Saat ini terdapat dua jenis hantavirus yang menjadi perhatian, yaitu virus Andes yang baru-baru ini menyebar di kapal pesiar MV Hondius dan virus Seoul yang ditemukan di Indonesia.

  • Virus Andes di Kapal Pesiar

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas