Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

5 Populer Internasional: Pesawat Kargo Rusia di Kuba - Daftar Tokoh yang Terseret di Epstein Files

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya pesawat kargo militer Rusia mendarat di Kuba dan memicu spekulasi geopolitik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan

Di tengah hiruk-pikuk kesibukan warga Korea Selatan khususnya di kalangan generasi muda, muncul sebuah tren sosial baru yang sederhana namun menarik perhatian luas

Fenomena sosial unik terbaru yang kini sedang digandrungi oleh generasi muda di Korea Selatan ini dinamai "fry meetups".

Sesuai namanya, tren ini melibatkan pertemuan antara orang-orang asing yang sebelumnya tidak saling kenal hanya untuk satu tujuan sederhana, yaitu menyantap kentang goreng bersama.

Dikutip dari laporan The Korea Times, tren viral ini bisa dikatakan cukup sederhana.

Di pertemuan Fry Meetups, penyelenggaranya cukup mengumpulkan orang-orang asing yang tak dikenalnya untuk bertemu di gerai waralaba makanan cepat saji seperti Lotteria, McDonald's, atau Burger King

Setelah kuota orang dinilai sudah memenuhi sang penyelenggaranya, si pembuat Fry Meetups kemudian memesan kentang goreng dalam porsi besar.

Kentang goreng dalam porsi besar ini kemudian disantap bersama sambil berbincang ringan tanpa beban komitmen sosial yang mendalam.

Rekomendasi Untuk Anda

Asal Muasal Fry Meetups

Adapun pertumbuhan tren Fry Meetups ini tak terlepas dari peran platform digital, khususnya aplikasi Karrot.

Karrot atau yang dikenal di Korea sebagai Danggeun Market adalah aplikasi lokal yang menjadi wadah jual beli barang bekas berbasis komunitas (hyperlocal) yang sangat populer di Korea Selatan.

Namanya, "Danggeun", secara harfiah berarti "wortel", namun juga merupakan singkatan dari frasa Korea yang berarti "di dekat rumahmu".

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Kain Kiswah Ka'bah Disebut-sebut dalam Epstein Files, Dari Pelecehan Seksual ke Pelecehan Agama?

Dokumen Epstein atau Epstein Files yang baru dirilis dalam kumpulan berkas terkait Jeffrey Epstein memunculkan kontroversi baru, kali ini menyentuh ranah keagamaan.

Dalam sejumlah email yang tercantum di dalam arsip tersebut, disebutkan adanya pengiriman potongan kain Kiswah Ka'bah, kain suci penutup Ka'bah di Mekkah, ke Amerika Serikat (AS) dan ditujukan kepada Epstein, terpidana kasus kejahatan seksual tersebut.

Korespondensi yang bertanggal Februari hingga Maret 2017 itu memperlihatkan komunikasi antara seorang pengusaha yang berbasis di Uni Emirat Arab, Aziza al-Ahmadi, dengan pria bernama Abdullah al-Maari.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas