Sosok Saif al-Islam Gaddafi, Putra Eks Penguasa Libya Muammar Gaddafi dan Fakta tentang Kematiannya
Dengan kematiannya, kemungkinan Saif al-Islam Gaddafi akan dianggap sebagai martir atau syahid bagi sebagian besar masyarakat Libya.
Penulis:
Rizkianingtyas Tiarasari
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- Putra mendiang penguasa Libya Muammar Gaddafi, Saif al-Islam Gaddafi, tewas akibat serangan kelompok bersenjata di rumahnya di Zintan, Libya bagian barat, Selasa (3/2/2026).
- Siapa dan apa motif di balik pembunuhan Saif hingga kini masih belum diketahui.
- Dengan kematiannya, kemungkinan Saif al-Islam Gaddafi akan dianggap sebagai martir atau syahid bagi sebagian besar masyarakat Libya.
TRIBUNNEWS.COM - Simak sosok Saif al-Islam Gaddafi, putra mendiang pemimpin Libya yang nyentrik, Muammar Gaddafi, serta beberapa fakta tentang kematiannya.
Saif al-Islam Gaddafi dikabarkan tewas akibat serangan kelompok bersenjata di rumahnya, Selasa (3/2/2026).
Pengacara Saif yang berasal dari Prancis, Marcel Ceccaldi, mengungkap bahwa kliennya itu tewas saat sekelompok orang bersenjata menyerbu kediamannya di Zintan, Libya bagian barat.
“Ia tewas hari ini pukul 14.00 ... di Zintan di rumahnya, oleh empat orang komando,” kata Marcel Ceccaldi, Selasa, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post.
Saif tewas setelah terkena tembakan. Menurut Abdullah Othman Abdurrahim selaku penasihat politik Saif, ada empat orang tak dikenal yang menyerbu rumah Saif.
Keempat orang itu, “menonaktifkan kamera pengawas, lalu mengeksekusinya," kata Abdullah kepada saluran televisi Al-Ahrar Libya.
Hingga kini masih belum diketahui siapa dan apa motif yang berada di balik pembunuhan tersebut.
Sempat Diperingatkan
Adapun Marcel Ceccaldi juga mengungkap, seorang rekan dekat Saif al-Islam Gaddafi sempat memberikan peringatan kepada mendiang beberapa hari sebelumnya.
Rekan tersebut bilang, "Ada masalah dengan keamanan Saif."
Baca juga: Media Israel: Uni Emirat Arab Mau Ambil Alih Pemerintahan Gaza di Tingkat Sipil
“Sampai-sampai kepala suku Gaddafi menelepon Saif dan mengatakan kepadanya, ‘Saya akan mengirimkan orang untuk memastikan keamananmu,’ tetapi Saif menolak,” tutur Ceccaldi.
Kemungkinan Dianggap Syahid
Dengan kematiannya, mungkin Saif al-Islam Gaddafi akan dianggap sebagai martir atau syahid bagi sebagian besar masyarakat Libya.
Hal tersebut disampaikan oleh peneliti sekaligus pakar geopolitik Timur Tengah dan Afrika Utara, Emadeddin Badi, lewat sebuah cuitan di akun media sosial X (dulu Twitter), @emad_badi, Selasa (3/2/2026).
"Seif al Islam Gaddafi dilaporkan dibunuh di Libya - sebuah perkembangan yang kemungkinan akan menjadikannya sebagai martir bagi sebagian besar penduduk Libya, sekaligus mengubah dinamika pemilihan dengan menghilangkan hambatan utama bagi pemilihan presiden, mengingat pencalonannya dan potensi keberhasilannya telah menjadi poin utama perselisihan," tulis Emadeddin.
Juru Bicara Terakhir Muammar Gaddafi Berduka
Sementara itu, pada hari yang sama, juru bicara terakhir Muammar Gaddafi, Moussa Ibrahim, juga mengunggah kematian Saif al-Islam Gaddafi di media sosial X, @_moussa_ibrahim.
"Mereka membunuhnya [Saif] dengan keji. Dia menginginkan Libya yang bersatu dan berdaulat, aman bagi seluruh rakyatnya. Mereka membunuh harapan dan masa depan, dan menanamkan kebencian dan dendam," tulis Moussa.
Baca tanpa iklan