Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Anwar Ibrahim: Bukan Diserahkan, Lahan 5.027 ha Memang Milik Indonesia

Anwar menegaskan bahwa kawasan seluas 5.207 hektare yang dipersoalkan oposisi Malaysia tersebut memang berada di bawah wilayah Indonesia

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie

Ringkasan Berita:
  • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa lahan seluas 5.207 hektare di wilayah OBP tersebut secara historis adalah milik Indonesia berdasarkan perjanjian tahun 1915, bukan wilayah Malaysia yang diserahkan
  • PM Anwar menyebut klaim oposisi mengenai pemberian kompensasi lahan kepada Indonesia sebagai sebuah kebohongan dan pernyataan "biadab"
  • Melalui pengukuran ulang, Malaysia justru mendapatkan tambahan wilayah seluas 780 hektare yang mencakup sebagian kecil dari tiga desa (Kabulanggalo, Lepaga, dan Tetagas)

 

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim kembali memberikan klarifikasi tegas terkait isu sengketa perbatasan di wilayah Masalah Perbatasan Tertunda (Outstanding Boundary Problem/OBP) Sungai Sinapad-Sungai Sesai. 

Hal ini diutarakan selepas sidang di Parlemen Malaysia yang berlangsung pada hari Rabu (4/2/2026).

Dikutip dari Sinar Harian, Anwar menegaskan bahwa seluruh kawasan seluas 5.207 hektare yang dipersoalkan oleh oposisi Malaysia tersebut memang berada di bawah wilayah administrasi Indonesia.

Dalam penjelasannya, Anwar Ibrahim menyebutkan bahwa berdasarkan pengukuran dan penandaan ulang perbatasan Malaysia-Indonesia di dua kawasan OBP tersebut, Malaysia justru memperoleh tambahan wilayah seluas 780 hektare.

“Wilayah tersebut mencakup sebagian kecil dari tiga desa, yaitu Desa Kabulanggalo, Desa Lepaga, dan Desa Tetagas, yang kini termasuk ke dalam wilayah Malaysia,” ujar Anwar dalam sesi penjelasan khusus mengenai isu penyelarasan perbatasan Malaysia-Indonesia di Dewan Rakyat, Rabu.

Rekomendasi Untuk Anda

Perdana Menteri menjelaskan bahwa kawasan tersebut sejak awal merupakan hak Indonesia.

Namun, karena peta perbatasan belum difinalisasi melalui perjanjian resmi, muncul ketidaksepakatan di masa lalu.

Meski demikian, secara historis sejak tahun 1915, wilayah tersebut tidak pernah disengketakan oleh pemerintah Inggris (saat menjajah Malaysia) maupun pemerintah Malaysia sebelumnya.

"Meskipun secara fakta belum difinalisasi karena perjanjian saat itu belum ditandatangani, wilayah tersebut tetap menjadi milik dan di bawah pengelolaan pemerintah Indonesia," tambahnya.

Beliau memerinci bahwa penetapan batas di kawasan OBP ini berpegang pada prinsip yang terkandung dalam perjanjian tahun 1915, di mana lahan seluas 5.987 hektare tetap menjadi milik Indonesia.

Bantah Klaim Oposisi

Baca juga: Parlemen Malaysia Ricuh, Anwar Ibrahim Mengamuk Bahas Sengketa Indonesia

Anwar Ibrahim juga menyatakan bahwa tuduhan pihak oposisi yang menyebut Malaysia menyerahkan lahan seluas 5.207 hektare kepada Indonesia sebagai kompensasi atas tiga desa di wilayah Nunukan adalah tidak benar. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tudingan pemberian lahan ke Indonesia tersebut pertama kali dimunculkan oleh tokoh oposisi Pemerintah Malaysia, Datuk Seri Hamzah Zainudin, pada Kamis (29/1/2026).

Dalam pernyataannya, tokoh dari koalisi Perikatan Nasional tersebut mengeklaim bahwa Malaysia telah menyerahkan lahan ribuan hektare sebagai kompensasi bagi tiga desa di wilayah Nunukan. 

PARLEMEN MALAYSIA RICUH - Tangkap Layar Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (kiri) membentak sejumlah tokoh oposisi termasuk  Wan Ahmad Fayhsal Wan Ahmad Kamal (kanan) dari PNMachang.
PARLEMEN MALAYSIA RICUH - Tangkap Layar Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (kiri) membentak sejumlah tokoh oposisi termasuk Wan Ahmad Fayhsal Wan Ahmad Kamal (kanan) dari PNMachang. (Tangkap layar youtube Parlimen Malaysia)
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas