Saham Nintendo Rontok di Tengah Rekor Penjualan, AI Jadi Biang Kerok
Kinerja Nintendo moncer, Switch 2 laku keras. Tapi sahamnya anjlok. Pasar gelisah: apakah AI akan mengguncang masa depan bisnis gim?
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Saham Nintendo jatuh lebih dari 12 persen usai rilis laporan keuangan, meski penjualan Switch 2 menembus 17 juta unit
- Pasar menilai ancaman AI generatif, seperti Project Genie milik Google, berpotensi menurunkan eksklusivitas studio besar
- Jika gim bisa dibuat siapa saja, model bisnis konsol premium pun dipertanyakan.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Saham Nintendo mengalami penurunan tajam meski perusahaan mencatat kinerja operasional yang kuat.
Setelah laporan keuangan diumumkan pada 3 Februari 2026, harga saham Nintendo turun lebih dari 12 persen hingga 4 Februari 2026, dan telah merosot sekitar 30 persen dalam enam bulan terakhir.
Dalam laporan tersebut, Nintendo mengungkapkan bahwa Nintendo Switch 2 telah terjual lebih dari 17 juta unit secara global, menjadikannya konsol dengan laju penjualan tercepat sepanjang sejarah perusahaan. Namun, capaian itu gagal meredam kekhawatiran pasar.
Ada apa dengan Nintendo yang performancenya bagus, tetapi harga sahamnya malah turun.
"Selain faktor kenaikan harga memori, tekanan utama datang dari perkembangan kecerdasan buatan (AI). Google baru-baru ini memperkenalkan prototipe eksperimental “Project Genie”, berbasis model dunia skala besar Genie 3, yang mampu menghasilkan lingkungan gim 3D dari teks atau gambar dan dapat dimainkan secara real time," ungkap Takuya Furuta X Capital Co., Ltd. Teknisi FP Level 1 lulusan Universitas Chuo hari Kamis (5/2/2026).
Teknologi ini memicu spekulasi bahwa siapa pun kelak bisa membuat gim 3D kompleks dengan bantuan AI, sehingga nilai eksklusivitas studio gim besar—termasuk Nintendo—berpotensi tergerus. Pasar menilai, jika hambatan masuk ke dunia kreasi gim kian rendah, model bisnis tradisional (membeli konsol dan gim dengan harga tinggi) bisa ikut terguncang, tambahnya lagi.
Baca juga: Nintendo Switch 2 Resmi Rilis: Beli Sekarang atau Nanti Aja?
Pelajaran dari Adobe dan Figma
Kekhawatiran serupa sebelumnya telah menimpa perusahaan kreatif seperti Adobe dan Figma.
Keduanya lama mendominasi pasar profesional, namun AI generatif memungkinkan pengguna awam menghasilkan karya setara profesional, sehingga nilai langganan mahal dipertanyakan.
Dalam dua tahun terakhir, saham Adobe merosot tajam, sementara Figma anjlok dari puncak sekitar US$140 (Agustus 2025) ke kisaran US$24.
Fenomena ini disebut sebagai “demokratisasi kreativitas”, ketika nilai alat (tools) menurun akibat banjir pasokan konten. Tren tersebut kini meluas ke berbagai perusahaan SaaS dan aset tak berwujud, bahkan memunculkan ungkapan “SaaS is Dead” di pasar global.
Dampak Menjalar ke Saham Gim AS
Sejak Project Genie dipublikasikan akhir Januari, saham perusahaan gim AS seperti Take-Two Interactive, Roblox, dan Unity turut melemah.
Pasar khawatir platform AI Google dapat menjadi alternatif yang lebih murah dan mudah dibandingkan pengembangan gim konvensional yang berbiaya tinggi.
Nintendo selama ini bertumpu pada kekuatan merek dan kualitas premium, didukung para kreator legendaris.
Baca tanpa iklan