Klaim Trump: Rusia Sepakat Stop Sementara Serangan ke Ukraina
Trump mengatakan dirinya menghubungi Putin secara langsung untuk meminta jeda sementara serangan ke Ukraina.
Penulis:
garudea prabawati
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Donald Trump menyatakan Vladimir Putin menyepakati penghentian sementara serangan ke Ukraina selama satu minggu.
- Permintaan itu didasari gelombang udara dingin parah yang melanda Ukraina, dengan Trump secara khusus meminta agar Rusia tidak menembakkan rudal ke Kyiv dan kota-kota besar lainnya.
- Kremlin membenarkan adanya permintaan dari Trump, tetapi belum memastikan apakah Putin benar-benar menyetujui penghentian serangan tersebut, sementara perang tetap berlangsung.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyetujui penghentian sementara serangan terhadap Ukraina selama satu pekan.
Hal ini menyusul permintaannya yang didasari kondisi cuaca ekstrem di negara tersebut.
Berbicara kepada wartawan pada Senin (2/2/2026), Trump mengatakan dirinya menghubungi Putin secara langsung untuk meminta jeda sementara serangan ke Ukraina.
Khususnya serangan rudal yang menargetkan kota-kota besar di negara yang dipimpin oleh Presiden Volodymyr Zelenskyy tersebut.
Trump menyoroti gelombang udara dingin ekstrem yang tengah melanda kawasan tersebut.
“Saya menelepon Presiden Putin,” ujar Trump, mengutip Anadolu Agency, Kamis (5/2/2026).
Ia menyebut Rusia juga mengalami gelombang dingin serupa dengan AS.
Namun Trump menegaskan bahwa kondisi di Ukraina jauh lebih parah.
Trump mengatakan dirinya meminta agar Rusia tidak melancarkan serangan selama satu minggu, termasuk tidak menembakkan rudal ke Kyiv maupun kota-kota lain.
Trump menyebut Putin menyetujui permintaan tersebut.
“That's something,” kata Trump.
Baca juga: Ancaman Nyata Trump ke Khamenei, Sebut Iran Harus Sangat Khawatir: Ya Memang Harus Begitu
Rusia Belum Beri Konfirmasi
Namun, pernyataan Trump tersebut belum sepenuhnya dikonfirmasi oleh pihak Rusia.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa Trump memang meminta Putin untuk menghentikan serangan di Ukraina hingga 1 Februari.
Tetapi ia menolak mengonfirmasi apakah Presiden Rusia menyetujui permintaan tersebut.
Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai mekanisme atau ruang lingkup penghentian serangan yang dimaksud.
Sementara konflik antara Rusia dan Ukraina masih terus berlangsung.
Baca juga: Terungkap, Jeffrey Epstein Ngebet Ingin Ketemu Presiden Rusia Vladimir Putin, Ada Apa?
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)
Baca tanpa iklan