Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Trump Kembali 'Bikin Ulah': Posting Video Obama dan sang Istri Bak Kera

Trump Kembali Picu Kontroversi: Bagikan Video Gambar Obama Sebagai Kera, Menuai Kecaman Bipartisan

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Trump Kembali 'Bikin Ulah': Posting Video Obama dan sang Istri Bak Kera
Tribunnews.com/(Tangkap layar Al Jazeera dan YouTube CBS News)
TRUMP VS OBAMA - Trump Kembali Picu Kontroversi: Bagikan Video Gambar Obama Sebagai Kera, Menuai Kecaman Bipartisan. (Tangkap layar Al Jazeera dan YouTube CBS News) 
Ringkasan Berita:
  • Trump memicu kontroversi baru setelah membagikan video berisi gambaran rasis terhadap Barack dan Michelle Obama, yang kemudian dihapus, namun telanjur menuai kecaman.
  • Gedung Putih memberi penjelasan berbeda-beda, awalnya menyebutnya “meme internet”, lalu mengatakan unggahan dibagikan staf; sementara Trump membantah bersalah dan menolak meminta maaf.
  • Insiden ini memperpanjang riwayat permusuhan Trump terhadap Obama dan dinilai sebagai bagian dari pola provokasi di media sosial.

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi sorotan tajam setelah memposting ulang sebuah video yang menggambarkan mantan Presiden AS Barack Obama dan mantan Ibu Negara Michelle Obama sebagai kera.

Unggahan di akun Truth Social itu memicu gelombang kritik luas dari tokoh politik kedua kubu, yakni Republikan maupun Demokrat.

Mereka mengecam kontennya sebagai rasis dan sangat ofensif.

Video yang diunggah Trump pada Jumat siang (6/2/2026) waktu AS itu sudah dihapus dari platform pada tengah hari, dan mendapat kecaman keras di media sosial dan ruang publik.

“Jika itu benar, ini adalah hal paling rasis yang pernah saya lihat dari Gedung Putih,” tulis Senator Tim Scott, satu-satunya Republikan kulit hitam di Senat, di akun X.

Ia bahkan mengaku berharap bahwa video tersebut palsu.

Rekomendasi Untuk Anda

Senator lainnya, Mike Lawler, mendesak Trump menghapus posting karena dianggap sangat ofensif.

Di pihak Demokrat, pemimpin mayoritas di DPR Hakeem Jeffries menyatakan dukungannya kepada Obama dan Michelle.

Dan menegaskan bahwa pasangan itu “mewakili yang terbaik dari negara ini,” sambil menyindir Trump atas rekam jejaknya yang penuh pernyataan tidak sensitif, mengutip Al Jazeera, Sabtu (7/2/2026).

Baca juga: Trump Murka! Ancam Jatuhkan Sanksi ke Negara Pembeli Jet Tempur Rusia Su-57

Gedung Putih Buka Suara

Awalnya, Gedung Putih membela unggahan itu sebagai sekadar meme internet.

Namun kemudian penyebutan itu dipertegas sebagai konten yang dibagikan secara salah oleh staf, bukan langsung oleh Trump.

Ketika ditanya wartawan di Air Force One, Trump menyangkal bertanggung jawab atas pos tersebut.

Ia mengklaim hanya melihat awal klip pendek yang juga memuat klaim palsu tentang hasil Pemilihan Presiden 2020.

“Tidak, saya tidak membuat kesalahan,” ujar Trump.

“Aku melihat ribuan hal. Aku melihat awal dari itu. Itu baik-baik saja.”

Trump Vs Obama

Diketahui hubungan Trump dan Obama telah lama diwarnai permusuhan politik. 

Salah satu momen awal Trump dalam politik nasional justru muncul saat pemilihan ulang Obama pada 2012 dengan menyebarkan klaim kelahiran palsu (birther claim).

Baca juga: Merasa Pemilu AS Curang, Trump Unggah Video yang Gambarkan Obama dan Istrinya Sebagai Monyet

Trump pun sempat 'di-block' dari sosial media.

Setelah dilarang sementara dari media sosial besar, Trump mendirikan Truth Social pada Februari 2022 sebagai platformnya sendiri.

Trump sering menggunakan  Truth Social untuk membagikan meme, video deepfake, dan konten yang mendukung citra politiknya.

Video yang memicu kontroversi itu berdurasi satu menit lebih sedikit, menampilkan gambar yang direkayasa dari Obama diiringi lagu The Lion Sleeps Tonight.

Ia disisipkan bersama klip yang mendorong narasi tak berdasar tentang kemenangan pemilihan 2020 yang menurut Trump dirusak oleh kesalahan mesin suara.

Kritikus mengatakan strategi memicu kemarahan seperti ini kerap dipakai Trump untuk mengalihkan perhatian dari masalah domestik yang merusak secara politik.

Termasuk rilis terbaru jutaan dokumen pemerintahan AS tentang Jeffrey Epstein, dalam kasus pelecehan seksual anak dan perdagangan orang, yang juga menyeret nama Trump, yang saat ini tengah menjadi perhatian publik.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas