Peringatan Hari Malaria Sedunia, Dokter Pastikan Penyebaran Malaria Bisa Dicegah
Tenaga medis menjelaskan bahwa malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anophelesc
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Penyuluhan malaria digelar memperingati Hari Malaria Sedunia melalui talkshow kesehatan bagi masyarakat Yogyakarta umum.
- Kegiatan diikuti ratusan peserta, mencakup edukasi penyebab, gejala malaria, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
- Masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan pencegahan guna mengurangi risiko penularan penyakit malaria tersebut.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyuluhan bahaya malaria dilakukan di beberapa tempat dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Malaria Sedunia yang jatuh setiap 25 April.
Edukasi ini digelar melalui talkshow kesehatan yang menyasar masyarakat umum, khususnya warga Dusun Mudal, Kelurahan Sariharjo, Yogyakarta.
Hal ini bertujuan agar lebih memahami ancaman penyakit yang masih menjadi perhatian di Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Helens Night Mart Yogyakarta pada Sabtu (25/4/2026) ini diikuti lebih dari 150 peserta.
Selain penyuluhan, masyarakat juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan meliputi cek asam urat, kolesterol, gula darah, hingga cek darah lengkap.
Dalam sesi talkshow, tenaga medis menjelaskan bahwa malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anophelesc masih menjadi ancaman serius di sejumlah wilayah, sehingga pemahaman masyarakat terkait penyebab dan penularannya dinilai sangat penting.
Tak hanya itu, masyarakat juga diberikan penjelasan mengenai gejala malaria yang kerap muncul, seperti demam tinggi yang datang secara berkala, menggigil, sakit kepala, mual, hingga rasa lemas berlebihan.
Edukasi ini diharapkan mampu membantu warga mengenali tanda-tanda awal penyakit sehingga dapat segera mengambil tindakan.
Upaya pencegahan pun menjadi bagian penting dalam penyuluhan. Warga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan, menghindari genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, serta memakai obat anti nyamuk terutama di malam hari.
“Malaria merupakan penyakit yang dapat dicegah apabila masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai gejala serta cara pencegahannya," ujar dokter Sri Haryati dalam sesi talkshow.
Baca juga: Lupus Bisa Picu Trombosit Turun hingga Sering Disangka DBD atau Malaria, Ini Bedanya
"Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap masyarakat dapat lebih waspada terhadap gejala awal malaria serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mengurangi risiko penularan,” ucapnya.
Komisaris Utama Holywings Group, Andrew Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya malaria.
“Melalui kegiatan cek kesehatan massal dan talkshow malaria ini, kami berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan," tutur Andrew.
Baca juga: KLB Malaria di Kabupaten Parimo Sulteng, Epidemiolog Ingatkan Eliminasi Tak Berarti Bebas Selamanya
"Momentum Hari Malaria Sedunia menjadi kesempatan bagi kami untuk menghadirkan layanan kesehatan yang bermanfaat serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program sosial yang diinisiasi oleh Holywings Peduli sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta mencegah penyakit menular seperti malaria.
Baca tanpa iklan