Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

WHO: Satu Kematian Akibat Virus Nipah Terkonfirmasi di Bangladesh

WHO menyebut kasus kematian akibat virus nipah terjadi di Bangladesh. kasus terkonfirmasi di Divisi Rajshahi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • WHO mengonfirmasi satu kematian akibat virus Nipah di Bangladesh, namun menilai risiko penyebaran internasional tetap rendah dan belum perlu pembatasan perjalanan atau perdagangan.
  • Pasien adalah perempuan usia 40–50 tahun yang diduga terpapar setelah mengonsumsi getah kurma mentah.
  • Virus Nipah tergolong langka tetapi mematikan, dengan tingkat kematian tinggi dan belum ada obat atau vaksin khusus.

 

TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan satu kasus kematian akibat infeksi virus Nipah di Bangladesh.

Meski demikian, lembaga tersebut menilai risiko penyebaran penyakit ini ke tingkat internasional masih rendah, dan tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan maupun perdagangan saat ini.

Pasien yang meninggal dunia dirawat di rumah sakit pada 28 Januari.

Tim medis mengambil sampel usap tenggorokan dan darah, dan hasil laboratorium sehari kemudian memastikan infeksi virus Nipah.

Pada 3 Februari 2026, titik kontak nasional Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) Bangladesh secara resmi memberi tahu WHO mengenai kasus terkonfirmasi di Divisi Rajshahi.

Rekomendasi Untuk Anda

Kasus ini muncul sekitar sepekan setelah dua infeksi Nipah dilaporkan di negara bagian Benggala Barat, India.

Situasi tersebut sempat memicu kewaspadaan di sejumlah negara Asia, termasuk pengetatan pemeriksaan kesehatan di bandara.

Namun WHO menegaskan bahwa berdasarkan data yang ada, risiko kesehatan masyarakat di tingkat nasional, regional, maupun global masih tergolong rendah.

Pasien di Bangladesh diketahui perempuan berusia antara 40 hingga 50 tahun yang tinggal di distrik Naogaon, mengutip Al Jazeera, Sabtu (7/2/2026).

Ia mulai mengalami demam dan gangguan neurologis pada 21 Januari.

Baca juga: Dua Perawat di India Terinfeksi, WHO Soroti Penularan Virus Nipah di RS, 190 Kontak Diperiksa

 Tidak ada riwayat perjalanan yang dilaporkan, tetapi ia diketahui sempat mengonsumsi getah kurma mentah, faktor yang kerap dikaitkan dengan penularan virus Nipah.

Sebanyak 35 orang yang melakukan kontak telah diperiksa, dan sejauh ini belum ditemukan kasus tambahan.

Sejak 2001, Bangladesh melaporkan sekitar 348 kasus Nipah, dengan hampir setengahnya berkaitan dengan konsumsi getah kurma mentah.

Wabah biasanya bersifat musiman, terjadi antara Desember hingga April, bertepatan dengan musim panen getah kurma.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas