WHO Laporkan Satu Warga Bangladesh Meninggal Akibat Virus Nipah
WHO melaporkan seorang warga Bangladesh meninggal dunia akibat virus nipah pada akhir Januari 2026. Diduga korban konsumsi getah kurma mentah.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
- WHO melaporkan seorang warga Bangladesh meninggal dunia akibat virus nipah
- Diduga akibat mengonsumsi getah kurma mentah berulang
- 35 orang yang kontak dengan pasien sedang dipantau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO melaporkan seorang warga Bangladesh meninggal dunia akibat virus nipah pada akhir Januari 2026.
Otoritas kesehatan Bangladesh menyebut, kasus tersebut diduga karena konsumsi getah kurma mentah berulang sebagai satu risiko penularan penyakit zoonosis tersebut.
Koordinator Nasional Regulasi Kesehatan Internasional (IHR NFP) untuk Bangladesh memberitahukan WHO tentang satu kasus infeksi virus Nipah (NiV) yang terkonfirmasi di Divisi Rajshahi.
“Pasien tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan tetapi memiliki riwayat mengonsumsi getah pohon kurma mentah,” tulis laporan WHO yang dikutip pada Minggu (8/2/2026).
Masih dalam laporan yang sama, disampaikan bahwa pasien mengalami demam dan gejala neurologis pada 21 Januari 2026.
Baca juga: Dua Perawat di India Terinfeksi, WHO Soroti Penularan Virus Nipah di RS, 190 Kontak Diperiksa
Infeksi virus Nipah dikonfirmasi melalui laboratorium pada tanggal 29 Januari 2026.
Saat ini, 35 orang yang kontak dengan pasien sedang dipantau dan telah dites negatif untuk NiV dan tidak ada kasus lebih lanjut yang terdeteksi hingga saat ini.
Pasien tersebut adalah seorang wanita berusia antara 40-50 tahun, tinggal di Distrik Naogaon, Divisi Rajshahi.
Ia mengalami gejala infeksi NiV di antaranya demam, sakit kepala, kram otot, kehilangan nafsu makan (anoreksia), lemas, dan muntah, diikuti oleh hipersalivasi (air liur berlebih), disorientasi, dan kejang.
Baca juga: Hobi Makan Buah Tanpa Dicuci? WHO Ingatkan Risiko Virus Nipah yang Bisa Menular Lewat Makanan
Pada tanggal 27 Januari 2026, ia kehilangan kesadaran dan dirujuk oleh dokter setempat ke rumah sakit tersier.
Ia dirawat pada tanggal 28 Januari 2026 dan tim pengawasan Nipah mengambil sampel usap tenggorokan dan sampel darah.
Pasien meninggal pada hari yang sama.
“Pasien tersebut melaporkan konsumsi berulang getah kurma mentah antara tanggal 5 dan 20 Januari 2026,” tulis laporan WHO.
Bangladesh melaporkan kasus infeksi virus nipah pertama kali pada tahun 2001.
Sejak itu, infeksi pada manusia dilaporkan hampir setiap tahun.
Baca tanpa iklan