Pangeran William Dikirim ke Arab Saudi, Inggris Kejar Kesepakatan Dagang Negara Teluk
Pangeran William melakukan kunjungan resmi ke Arab Saudi, akan bertemu Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Dwi Setiawan
Ringkasan Berita:
- Pangeran William melakukan kunjungan resmi ke Arab Saudi.
- Ia akan bertemu Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan menghadiri kegiatan reformasi ekonomi serta budaya.
- Kunjungan ini diharapkan memperkuat diplomasi Inggris–Saudi melalui pengaruh kerajaan.
TRIBUNNEWS.COM – Pangeran William dari Inggris akan bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman selama kunjungan tiga hari ke Arab Saudi yang dimulai pada Senin (9/2/2016).
Kunjungan tersebut merupakan perjalanan resmi atas nama pemerintah Inggris untuk memperdalam hubungan dengan negara itu, Reuters melaporkan.
Selama kunjungannya, William akan bertemu dengan putra mahkota dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang berfokus pada reformasi ekonomi Arab Saudi, inisiatif budaya, serta program lingkungan, demikian pernyataan kantornya di Istana Kensington pada Senin.
Ini bukan pertemuan pertama William dengan putra mahkota.
Pada Maret 2018, ia dan ayahnya, Pangeran Charles saat itu, menjamu bin Salman untuk makan malam di Clarence House, London, pada hari yang sama mendiang Ratu Elizabeth II mengadakan makan siang terpisah dengan keluarga kerajaan Saudi.
Selama berada di Arab Saudi, William juga dijadwalkan bertemu dengan kaum muda Saudi, mempelajari rencana negara tersebut terkait keberlanjutan dan pembangunan perkotaan, serta mengunjungi proyek-proyek yang berkaitan dengan olahraga wanita, e-sports, konservasi, dan kerja sama budaya, kata pihak istana.
Pangeran Inggris itu juga akan melakukan perjalanan ke AlUla, sebuah kota oasis Arab kuno.
Di sana, ia akan mengunjungi cagar alam, bertemu dengan komunitas lokal, dan mengunjungi “Prince of Wales House”, sebuah ruang budaya baru yang mempromosikan kolaborasi dalam seni dan warisan.
Membuka Jalan Negosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas Inggris-GCC
Kunjungan Pangeran Wales tersebut, yang bertepatan dengan peringatan 100 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara, terjadi tak lama setelah kunjungan Menteri Perdagangan Inggris Chris Bryant ke kawasan Teluk pekan lalu.
Mengutip POLITICO, kunjungan William kali ini bertujuan untuk memperlancar negosiasi perjanjian perdagangan bebas antara Inggris dengan enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yang juga meliputi Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Momentum pembicaraan perdagangan Inggris–GCC, yang dimulai pada Juni 2022, meningkat sejak tahun lalu melalui serangkaian kunjungan menteri ke kawasan tersebut.
Baca juga: Pendapatan Tahunan Pangeran William dan Kate Middleton Terbongkar, Tembus 12 Digit
Namun, bertentangan dengan harapan sejumlah negosiator, kedua pihak gagal mencapai kesepakatan tepat waktu untuk KTT Teluk ke-46 pada Desember 2025.
Dalam konferensi Partai Buruh pada September lalu, duta besar Bahrain untuk Inggris menyatakan masih terdapat beberapa perbedaan pendapat terkait perlindungan investasi dalam kesepakatan tersebut, selain negosiasi yang masih berlangsung mengenai akses pasar.
Selama perjalanannya ke Arab Saudi pekan lalu, Chris Bryant menyampaikan nada optimistis mengenai prospek kesepakatan itu.
Ia mengatakan kepada saluran berita Al Arabiya bahwa dirinya berharap kesepakatan tersebut dapat diselesaikan dalam beberapa hari atau minggu ke depan.
Baca tanpa iklan