Kecaman dan Unjuk Rasa Warnai Kunjungan Presiden Israel di Australia
Herzog menuduh bahwa aksi protes terhadap dirinya di Australia adalah upaya mendelegitimasi hak negara Israel untuk eksis di dunia internasional
Penulis:
Bobby W
Editor:
Tiara Shelavie
Di sana, ia meletakkan karangan bunga di monumen peringatan bagi para korban serangan bulan Desember lalu, yang menewaskan 15 orang dalam perayaan Hanukkah.
Ia juga bertemu dengan para penyintas dan keluarga korban tewas.
“Ini juga merupakan serangan terhadap seluruh warga Australia,” kata Herzog.
“Mereka menyerang nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh demokrasi kita – kesucian hidup manusia, kebebasan beragama, toleransi, martabat, dan rasa hormat.” sambungnya.
Menanggapi aksi protes terhadap kunjungannya, Herzog menuduh bahwa aksi tersebut adalah upaya untuk merusak dan mendelegitimasi hak negara Israel untuk eksis di dunia internasional.
Baca juga: Sosok Youssef Msibih, Imam Masjid yang Dihukum karena Nyanyi Lagu Israel dan Temui Herzog
Di kesempatan tersebut, Herzog juga menegaskan bahwa kunjungannya ke Australia ini murni untuk mengungkapkan solidaritas terhadap para korban.
“Saya di sini untuk mengekspresikan solidaritas, persahabatan, dan kasih sayang,” tambahnya dalam keterangan kepada wartawan.
Selain Sydney, tempat 3.000 personel polisi dikerahkan, Herzog juga berencana mengunjungi Melbourne dan ibu kota nasional, Canberra, sebelum kembali ke Israel pada hari Kamis.
(Tribunnews.com/Bobby)